PANGKEP | Sentrapos.co.id — Kepolisian mulai melakukan pemeriksaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) terhadap keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi korban secara ilmiah dan akurat.
Pengambilan sampel DNA dilakukan oleh Disaster Victim Identification Polri melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan.
Tiga Keluarga Kru Pesawat Sudah Jalani Tes Antemortem
Hingga Senin (19/1/2026), tim DVI telah melakukan pengambilan keterangan dan sampel DNA dari tiga keluarga kru pesawat, masing-masing keluarga:
-
M. Fahran Gunawan (Co-Pilot)
-
Florencia Lolita (Pramugari)
-
Dwi Murdiono (Kru pesawat)
“Sejauh ini sudah ada tiga keluarga kru yang menjalani pemeriksaan antemortem dan pengambilan sampel DNA,” ujar petugas DVI Biddokkes Polda Sulsel, dr. Asnany, Senin (19/1/2026).
Keluarga Penumpang dari KKP Menyusul
Selain kru, pihak kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan DNA terhadap keluarga tiga penumpang pesawat yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Ketiga penumpang tersebut adalah:
-
Deden Maulana
-
Ferry Irawan
-
Yoga Naufal
“Kami masih menunggu kehadiran keluarga dari tiga penumpang ATR 42-500 hari ini untuk pengambilan keterangan dan sampel DNA,” jelas dr. Asnany.
Pemeriksaan antemortem akan diwakili oleh anggota keluarga inti, mulai dari orang tua, pasangan, hingga saudara kandung, guna memastikan kecocokan data DNA dengan temuan di lokasi kecelakaan.
Fasilitas Autopsi dan Pengamanan Disiagakan
Biddokkes Polda Sulsel juga telah menyiapkan seluruh fasilitas pendukung penanganan korban, termasuk ruang penerimaan kantong jenazah dan ruang autopsi. Seluruh area penanganan korban dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI untuk menjamin kelancaran serta keamanan proses identifikasi.
Langkah identifikasi melalui DNA ini menjadi bagian penting dalam prosedur standar penanganan korban kecelakaan transportasi udara, terutama pada medan ekstrem seperti kawasan pegunungan.




















