Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROT

Polisi Temukan Helm Diduga Milik Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Diuji Sidik Jari dan DNA

84
×

Polisi Temukan Helm Diduga Milik Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Diuji Sidik Jari dan DNA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Polisi menemukan barang bukti penting dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Barang bukti tersebut berupa helm yang diduga kuat milik pelaku penyerangan.

Helm berwarna hitam tersebut ditemukan oleh penyidik di kawasan Jalan Salemba 1 yang mengarah ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, tidak lama setelah insiden penyiraman terjadi pada Kamis (12/3).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold Hutagalung, mengatakan helm tersebut ditemukan setelah tim penyidik melakukan penelusuran di sekitar lokasi kejadian.

“Kemudian dari penelusuran sepanjang Jalan Salemba 1 didapat barang bukti yang diduga milik pelaku di Jalan Salemba 1 menuju RSCM,” kata Reynold dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3).

Menurutnya, helm yang ditemukan itu diduga kuat merupakan milik pelaku karena identik dengan helm yang digunakan dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

“Ini bersesuaian dengan rekaman CCTV bahwa pelaku yang mengendarai menggunakan helm tersebut,” tegasnya.

Diuji Sidik Jari dan DNA

Saat ini helm tersebut telah diserahkan kepada penyidik di Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan forensik lebih lanjut.

Barang bukti tersebut dikirim ke Pusinafis Polri guna dilakukan pemeriksaan sidik jari yang diduga milik pelaku.

“Pada tanggal 15 Maret 2026 kami mengirim barang bukti helm yang diduga milik pelaku ke Pusinafis Bareskrim Polri untuk mendapatkan sidik jari,” ujar Reynold.

Selain itu, helm tersebut juga diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk dilakukan pemeriksaan DNA.

“Ke Puslabfor Polri untuk mendapatkan DNA yang diduga milik pelaku,” tambahnya.

Empat Pelaku Diduga Terlibat

Berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV, polisi menduga penyerangan terhadap Andrie Yunus dilakukan oleh empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor.

Dalam rekaman tersebut terlihat dua pelaku berboncengan melakukan penyiraman air keras terhadap korban. Sementara dua pelaku lainnya diduga berperan mengawasi situasi di sekitar lokasi.

Polisi juga mengungkap bahwa para pelaku diduga telah mengintai korban sejak masih berada di kantor YLBHI sebelum akhirnya melancarkan aksinya.

Setelah melakukan penyerangan, para pelaku melarikan diri dan berpencar ke sejumlah arah untuk menghilangkan jejak.

Sebagian pelaku diketahui menuju wilayah Jakarta Selatan, sementara lainnya bergerak ke Jakarta Timur. Bahkan salah satu pelaku diduga sempat mengganti pakaian guna menghindari identifikasi dari aparat kepolisian.

Hingga saat ini, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan motif di balik penyerangan terhadap aktivis HAM tersebut. (*)