SIDOARJO | Sentrapos.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Sidoarjo berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu dan ganja yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap tiga tersangka dari dua lokasi berbeda dengan barang bukti ratusan paket narkotika yang telah siap diedarkan.
Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo Dwi Gastimur Wanto menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah rumah kos di wilayah Sidoarjo.
“Penangkapan bermula dari dua tersangka berinisial MKM dan MMA pada Senin (9/3/2026) malam di sebuah kamar kos di wilayah Sidoarjo,” ujar Kompol Dwi, Kamis (12/3/2026).
Barang Bukti Sabu dan Ganja di Dua Lokasi
Dari lokasi pertama, polisi menemukan berbagai barang bukti yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika, antara lain:
-
64 poket sabu, termasuk satu paket berukuran besar
-
49 paket ganja dalam berbagai ukuran kemasan plastik
-
alat isap sabu (bong)
-
timbangan digital untuk membagi paket narkoba
Tidak berhenti di situ, polisi kemudian melakukan pengembangan penyelidikan ke sebuah rumah di kawasan Tulangan, Sidoarjo.
Di lokasi kedua tersebut, petugas berhasil menangkap tersangka ketiga berinisial QHW, yang diketahui bekerja sebagai karyawan pabrik.
Dari tangan QHW, polisi menyita 34 poket sabu siap edar serta telepon seluler yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan para pembeli.
Total Barang Bukti yang Disita
Secara keseluruhan, polisi mengamankan narkotika dengan total berat:
-
56 gram sabu
-
408 gram ganja
Seluruh barang bukti tersebut telah dipecah menjadi sekitar 100 paket kecil yang diduga siap dipasarkan kepada konsumen.
“Barang bukti sudah dipaketkan kecil-kecil agar praktis saat dijual. Saat ini kami masih mendalami pemasok utama di atas para tersangka,” tegas Kompol Dwi.
Kawasan Industri Jadi Target Peredaran
Berdasarkan data kepolisian, wilayah Sidoarjo, khususnya kawasan industri seperti Tulangan dan Krembung, kerap menjadi target peredaran narkotika karena mobilitas penduduk yang tinggi.
Polresta Sidoarjo juga mencatat peningkatan pengawasan di kawasan rumah kos dan permukiman padat dalam setahun terakhir sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkoba.
Polisi Ajak Warga Aktif Melapor
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Peran aktif warga dinilai sangat penting untuk membantu aparat dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.
“Kami mengajak masyarakat untuk berani melaporkan aktivitas mencurigakan agar peredaran narkoba dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya. (*)




















