Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Polri Tegas Berantas Calo Rekrutmen: Ada Janji Lolos Bayar? Laporkan! Sistem Transparan One Day Service Diperketat

18
×

Polri Tegas Berantas Calo Rekrutmen: Ada Janji Lolos Bayar? Laporkan! Sistem Transparan One Day Service Diperketat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik percaloan dalam proses rekrutmen terpadu anggota kepolisian. Masyarakat diminta tidak ragu melapor jika menemukan oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri, Merdisyam, menegaskan bahwa pengawasan rekrutmen tahun ini diperketat sejak tahap awal dengan melibatkan berbagai unsur internal dan eksternal.

“Jika ada masyarakat yang menemukan tawaran-tawaran seperti itu, adukan! Kami membuka pengaduan secara terbuka melalui Dumas, baik di Inspektorat maupun Propam,” tegas Merdisyam, Jumat (10/4).

Polri juga memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan menggunakan sistem one day service, di mana hasil tes dapat diketahui langsung pada hari yang sama.

“Peserta langsung mengetahui hasilnya. Ini untuk menutup celah permainan atau ketidakterbukaan yang selama ini dicurigai,” jelasnya.

Selain itu, Polri menyediakan berbagai kanal pelaporan, termasuk sistem digital berbasis QR Code untuk memudahkan masyarakat menyampaikan aduan tanpa harus datang langsung ke kantor polisi.

Merdisyam menjamin setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara serius demi menjaga integritas institusi.

“Keterbukaan ini kami wujudkan agar tidak ada praktik transaksional atau manipulatif dalam rekrutmen. Semua laporan pasti diproses,” ujarnya.

Proses seleksi juga diawasi oleh lembaga eksternal seperti Komisi Kepolisian Nasional, Dukcapil, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), psikolog, perguruan tinggi, hingga LSM.

Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono Sudiutomo, menyebut keterlibatan berbagai pihak ini bertujuan memastikan proses rekrutmen berjalan bersih, transparan, dan akuntabel.

“Kami ingin memastikan proses ini tidak hanya bersih dan transparan, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam kualitas seleksi,” katanya.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji oknum yang mengaku bisa meloloskan peserta.

“Kalau ada yang menjamin lolos dan minta uang, jangan pernah percaya,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi proses rekrutmen. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, laporan dapat disampaikan ke Propam, Itwasda, Kompolnas, maupun Itwasum Polri.

“Laporkan! Masyarakat harus menjadi bagian dari pengawasan agar rekrutmen Polri tetap bersih dan profesional,” pungkasnya. (*)


Poin Utama Berita

  • Polri tegaskan komitmen berantas praktik calo rekrutmen
  • Sistem one day service diterapkan untuk transparansi hasil tes
  • Masyarakat diminta aktif melapor jika ada indikasi percaloan
  • Kanal pengaduan tersedia secara langsung dan digital (QR Code)
  • Pengawasan melibatkan Kompolnas, IDI, akademisi, hingga LSM
  • Kompolnas ingatkan publik: jangan percaya janji lolos berbayar
  • Polri jamin setiap laporan akan diproses serius