Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS

Polri Identifikasi Jenazah Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Pangkep

65
×

Polri Identifikasi Jenazah Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Pangkep

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SentraPos.co.id – Pangkep | Sulawesi Selatan – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil mengidentifikasi salah satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jenazah tersebut dipastikan merupakan seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono.

Identifikasi dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui metode sidik jari (fingerprint). Proses tersebut berlangsung di Posko DVI Polda Sulsel dan diumumkan secara resmi dalam konferensi pers pada Rabu (21/1/2026).

Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri, Brigjen Mashudi, menjelaskan bahwa kondisi jenazah yang relatif utuh sangat membantu proses identifikasi.

“Alhamdulillah jenazah kemarin masih dalam keadaan bagus, sehingga papiler pada sidik jari masih bisa terbaca,” ujar Brigjen Mashudi.

Menurutnya, peralatan identifikasi modern yang dimiliki Polri memungkinkan data sidik jari terbaca secara cepat dan akurat. Meski demikian, proses identifikasi tidak berhenti pada pembacaan alat semata.

“Peralatan yang kami miliki bisa langsung membaca identitas yang bersangkutan. Namun untuk memastikan secara ilmiah dan saintifik, kami tetap melakukan pembandingan lanjutan,” jelasnya.

Pembandingan dilakukan dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri korban, lalu dicocokkan dengan data pembanding yang telah dikumpulkan sebelumnya pada tahap postmortem. Selain metode digital, tim DVI juga melakukan verifikasi manual guna memastikan akurasi identitas.

Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, Tim DVI memastikan bahwa kantong jenazah dengan kode PM 62V01 secara sah dan ilmiah adalah Florencia Lolita Wibisono.

“Setelah pembandingan secara manual dan ilmiah, kami meyakini secara keilmuan bahwa yang bersangkutan adalah Florencia Lolita,” tegas Brigjen Mashudi.

Polri menegaskan bahwa proses identifikasi korban kecelakaan pesawat dilakukan secara profesional, hati-hati, dan berbasis sains, sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada para korban dan keluarganya. *