Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Prabowo Bentuk Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional, Hashim Djojohadikusumo Ditunjuk sebagai Ketua

85
×

Prabowo Bentuk Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional, Hashim Djojohadikusumo Ditunjuk sebagai Ketua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Presiden Prabowo Subianto akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional.

Satgas tersebut bertujuan mencari model pendanaan inovatif dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa satgas tersebut akan dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo, dengan dukungan sejumlah tokoh nasional.

“Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djojohadikusumo. Kemudian saya menjadi wakil, beserta wakil lainnya termasuk Ibu Mari Elka Pangestu,” ujar Raja Juli Antoni usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Cari Skema Pendanaan Inovatif

Raja Juli menjelaskan pembentukan satgas tersebut dilatarbelakangi oleh keterbatasan anggaran pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Saat ini terdapat 57 taman nasional yang sebagian besar masih dikelola dengan pendanaan yang terbatas sehingga belum mampu menghasilkan pendapatan yang optimal.

“Selama ini taman nasional dikelola dengan pendanaan yang sangat minim sehingga menjadi cost center, hanya menjadi biaya dan belum menjadi profit center,” jelasnya.

Konsep profit center yang dimaksud adalah bagaimana kawasan taman nasional dapat menghasilkan pendanaan melalui ekowisata (eco tourism) yang kemudian digunakan kembali untuk memperkuat konservasi dan pengelolaan kawasan.

Libatkan Sektor Swasta

Melalui satgas tersebut, pemerintah akan mengembangkan berbagai skema pembiayaan inovatif, termasuk membuka peluang keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan taman nasional.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan konservasi sekaligus menjadikan taman nasional Indonesia sebagai destinasi wisata alam berkelas dunia.

“Kita akan mencari pendanaan yang inovatif dan berkelanjutan, termasuk melibatkan sektor swasta agar taman nasional kita berkelas dunia, hutannya tetap lestari dan satwanya tetap terjaga,” kata Raja Juli.

Way Kambas dan Rinjani Jadi Proyek Percontohan

Pemerintah juga menyiapkan tiga proyek percontohan (pilot project) dari total 57 taman nasional yang ada di Indonesia.

Salah satu lokasi yang diprioritaskan adalah Way Kambas National Park, kawasan konservasi terkenal yang menjadi habitat gajah Sumatra.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kawasan Mount Rinjani National Park, yang dinilai memiliki potensi wisata alam kelas dunia namun belum dikelola secara optimal.

Tetap Prioritaskan Konservasi

Meski membuka peluang pengembangan wisata alam, pemerintah menegaskan bahwa konsep pengelolaan taman nasional tetap mengedepankan prinsip konservasi lingkungan.

Raja Juli memastikan pengembangan ekowisata tidak akan dilakukan secara masif seperti kawasan wisata populer lain.

“Tujuan utamanya tetap menjaga lingkungan hidup dan kelestarian hutan. Ada aspek komersial, tetapi hasilnya digunakan kembali untuk membiayai pengelolaan taman nasional,” tegasnya.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap taman nasional Indonesia tidak hanya menjadi penjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga mampu menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan bagi konservasi alam di masa depan. (*)