Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Prabowo Dinilai Terbuka terhadap Kritik, Dialog dengan Pakar hingga Pertemuan dengan Megawati Dinilai Sejukkan Politik

80
×

Prabowo Dinilai Terbuka terhadap Kritik, Dialog dengan Pakar hingga Pertemuan dengan Megawati Dinilai Sejukkan Politik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terbuka terhadap kritik mendapat sorotan positif dari kalangan peneliti politik. Pendekatan ini dianggap penting untuk memastikan arah kebijakan pemerintah tetap tepat sasaran dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menyebut dialog yang dilakukan Presiden bersama para ahli ekonomi, pakar politik luar negeri, serta jurnalis merupakan langkah strategis dalam menjaga kualitas kebijakan publik.

“Ini untuk memastikan langkah kebijakan pemerintah on the right track,” ujar Bawono, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, ruang dialog tersebut menunjukkan adanya penghargaan terhadap kritik yang berkembang di ruang publik. Diskusi yang berlangsung juga disebut berjalan dua arah tanpa pembatasan topik.

Hal ini mencerminkan komitmen Presiden dalam membangun komunikasi yang inklusif dan transparan, sekaligus memastikan kebijakan di bidang ekonomi, politik, dan luar negeri tetap berorientasi pada kepentingan nasional.

“Dan menempatkan kepentingan rakyat secara luas dalam skala prioritas tertinggi,” tambahnya.

Pertemuan dengan Megawati Dinilai Bawa Kesejukan Politik

Selain membuka ruang dialog, dinamika politik nasional juga diwarnai pertemuan Presiden Prabowo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bawono menilai pertemuan tersebut berpotensi menghadirkan kesejukan dalam kehidupan politik nasional, terutama di tengah dinamika pasca pemilu.

“Sangat mungkin dari pertemuan ini lahir kerja sama dan sinergi antara pemerintahan Prabowo dan PDIP sebagai partai politik terbesar di parlemen,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak harus dimaknai sebagai bergabungnya PDIP ke dalam kabinet pemerintahan. Dukungan terhadap kebijakan pemerintah juga dapat menjadi bentuk sinergi yang konstruktif.

Menurutnya, posisi PDIP di luar pemerintahan justru menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi.

“Memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah bisa menjadi bentuk kerja sama dan sinergi itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, sikap saling menghormati antara Prabowo dan Megawati menunjukkan kedewasaan politik serta nilai kenegarawanan yang kuat dari kedua tokoh nasional tersebut.

Kondisi ini dinilai sebagai momentum positif untuk memperkuat stabilitas politik nasional, sekaligus memberikan ruang pembelajaran demokrasi yang sehat di Indonesia. (*)