Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISHEADLINE NEWSPERISTIWA

Prabowo ke Moskow, Perdagangan RI–Rusia Menguat: Peluang Ekspor Melejit, Pasar Eurasia Terbuka Lebar

24
×

Prabowo ke Moskow, Perdagangan RI–Rusia Menguat: Peluang Ekspor Melejit, Pasar Eurasia Terbuka Lebar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moscow, Rusia, menegaskan potensi besar kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Rusia yang terus berkembang signifikan. Hubungan ekonomi kedua negara dinilai semakin strategis dengan peluang ekspor yang kian luas.

Berdasarkan data resmi pemerintah, perdagangan Indonesia–Rusia menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Komoditas yang dipertukarkan mencerminkan kekuatan ekonomi masing-masing negara.

Indonesia mengekspor berbagai produk unggulan ke Rusia, mulai dari minyak nabati (termasuk sawit), karet, kopi, teh, kakao, hingga produk alas kaki dan peralatan industri. Selain itu, produk perikanan, furnitur, serta barang elektronik juga turut memperkuat posisi ekspor nasional di pasar Rusia.

Sementara itu, Indonesia mengimpor sejumlah komoditas strategis dari Rusia, seperti pupuk, batu bara, besi baja, aluminium, hingga gandum untuk kebutuhan pangan dan industri dalam negeri.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi kedua negara mencapai sekitar 3,56 miliar dolar AS pada 2022, kemudian 3,35 miliar dolar AS pada 2023. Pada awal 2024, nilai perdagangan tercatat sekitar 1,57 miliar dolar AS. Namun, neraca perdagangan masih menunjukkan defisit di pihak Indonesia.

“Kerja sama perdagangan ini harus terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam ekspor bernilai tambah,”

Meski demikian, peluang peningkatan perdagangan dinilai sangat besar. Rusia dengan populasi lebih dari 140 juta jiwa menjadi pasar potensial bagi berbagai produk Indonesia.

Lebih dari itu, Rusia juga menjadi pintu masuk ke kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), yang mencakup negara-negara seperti Belarus, Kazakhstan, dan Armenia. Akses ke kawasan ini membuka peluang ekspor yang jauh lebih luas bagi Indonesia.

Pemerintah Indonesia saat ini juga tengah mendorong pembentukan perjanjian perdagangan bebas dengan EAEU guna memperluas akses pasar dan meningkatkan volume perdagangan bilateral.

Selain sektor konvensional, pasar Rusia dinilai sangat potensial untuk produk halal Indonesia. Dengan populasi Muslim yang cukup besar di kawasan tersebut, sektor ini menjadi peluang baru yang strategis untuk dikembangkan.

“Kolaborasi ekonomi Indonesia–Rusia tidak hanya soal perdagangan, tetapi juga strategi memperluas pengaruh pasar Indonesia di kawasan Eurasia,”

Dengan berbagai potensi tersebut, kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Rusia diproyeksikan terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua negara. (*)


Poin Utama Berita

  • Kunjungan Presiden Prabowo ke Moskow dorong penguatan kerja sama ekonomi RI–Rusia
  • Nilai perdagangan mencapai miliaran dolar AS, meski Indonesia masih defisit
  • Ekspor unggulan RI: sawit, karet, kopi, kakao, furnitur, elektronik
  • Impor utama dari Rusia: pupuk, baja, batu bara, gandum
  • Rusia jadi pintu masuk strategis ke pasar Eurasia (EAEU)
  • Peluang besar untuk ekspor produk halal Indonesia
  • Pemerintah dorong perjanjian perdagangan bebas dengan kawasan Eurasia