Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS

Prabowo Klaim Efisiensi Rp300 Triliun, Targetkan ROA Aset Negara di Atas 8 Persen dan Berantas Korupsi

21
×

Prabowo Klaim Efisiensi Rp300 Triliun, Targetkan ROA Aset Negara di Atas 8 Persen dan Berantas Korupsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.idPrabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, serta mendorong pembangunan nasional berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/02/2026).


Efisiensi Anggaran Rp300 Triliun

Presiden mengungkapkan bahwa pada tahun pertama pemerintahannya, negara berhasil menghemat lebih dari Rp300 triliun melalui kebijakan fiskal yang lebih disiplin dan terukur.

“Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih penghematan kita,” ujar Presiden.

Penghematan dilakukan dengan memangkas belanja yang dinilai tidak produktif, seperti perjalanan dinas luar negeri, kegiatan seremonial, seminar, hingga kajian yang berlebihan.

Menurut Presiden, langkah tersebut memungkinkan pemerintah mengalihkan anggaran ke program yang lebih berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur desa, serta pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.


Tutup Kebocoran dan Optimalkan Aset Negara

Presiden juga menekankan pentingnya menutup kebocoran anggaran dan meningkatkan pengelolaan aset negara. Ia mengapresiasi capaian efisiensi dan reformasi yang dilaporkan telah meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hasil efisiensi dan reformasi sudah melahirkan hasil empat kali lipat dibandingkan tahun 2024. Ini luar biasa, tapi harus terus dikejar,” tegasnya.

Presiden menetapkan target tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) di atas 8 persen dan meminta seluruh Kementerian/Lembaga meningkatkan kinerja pengelolaan aset agar mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.


Tegaskan Perang terhadap Korupsi

Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali menegaskan komitmennya memberantas korupsi tanpa kompromi, namun tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan.

“Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik, tapi tidak boleh ada miscarriage of justice,” tegasnya.

Komitmen ini menandai strategi pembangunan ekonomi nasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga reformasi tata kelola yang bersih, efisien, dan berintegritas sebagai fondasi menuju Indonesia maju. (*)