Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HIBURAN & SPORTSNASIONALPERISTIWA

Prabowo Tegaskan Pencak Silat Jati Diri Bangsa: Indonesia Pernah Jadi “Guru”, Kini Harus Kembali Unggul

35
×

Prabowo Tegaskan Pencak Silat Jati Diri Bangsa: Indonesia Pernah Jadi “Guru”, Kini Harus Kembali Unggul

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya melestarikan pencak silat sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga mencerminkan karakter, identitas, serta kepribadian bangsa yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Pencak silat harus kita jaga, lestarikan, dan bina, karena merupakan bagian dari budaya kita,” tegas Prabowo.

Menurutnya, sejak dahulu pencak silat tidak hanya digunakan untuk membela diri, tetapi juga melindungi keluarga dan lingkungan. Nilai tersebut mencerminkan semangat ksatria serta ketahanan sosial masyarakat Indonesia.

Prabowo juga menyinggung sejarah panjang bangsa Indonesia saat menghadapi kedatangan bangsa asing yang tertarik pada kekayaan Nusantara. Keramahan masyarakat justru dimanfaatkan hingga terjadi eksploitasi, yang kemudian memicu perlawanan, termasuk melalui pencak silat.

Pada masa penjajahan, latihan pencak silat bahkan sempat dilarang. Namun, semangat pelestarian tidak pernah padam.

“Meski dilarang, pencak silat tetap hidup dan diwariskan. Ini menunjukkan kuatnya tekad bangsa kita dalam menjaga budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa pencak silat memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar olahraga.

“Pencak silat adalah seni bela diri, tetapi lebih dari itu, ia adalah cerminan karakter bangsa dan ilmu yang harus kita jaga,” imbuhnya.

Indonesia Pernah Jadi “Guru” Asia Tenggara

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti peran penting Indonesia dalam mengembangkan pencak silat di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Vietnam dan Thailand.

Ia mengungkapkan bahwa pada masa lalu, banyak negara datang ke Indonesia untuk mempelajari pencak silat karena dianggap memiliki kemurnian ilmu yang terjaga.

Namun ironisnya, setelah belajar, negara-negara tersebut justru berkembang pesat dan sempat mengungguli Indonesia dalam kompetisi.

“Kita dulu yang melatih Vietnam dan Thailand. Akhirnya mereka jadi hebat dan mereka pernah kalahkan kita,” ungkap Prabowo.

Meski demikian, Presiden melihat hal tersebut sebagai bukti keberhasilan Indonesia sebagai “guru” dalam mentransfer ilmu pencak silat.

“Kalau ilmunya murni dan kuat, dari mana-mana akan datang belajar. Itu sudah terbukti,” lanjutnya.

Prestasi Internasional Tetap Membanggakan

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi atlet pencak silat Indonesia di ajang internasional.

Salah satunya ditunjukkan dalam SEA Games 2025 di Thailand, di mana Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum cabang pencak silat dengan raihan:

  • 4 medali emas
  • 1 medali perak
  • 7 medali perunggu

“Kita cukup membanggakan. Di beberapa ajang, kita menyumbang banyak emas, perak, dan perunggu,” pungkas Presiden.

Prabowo berharap, ke depan Indonesia dapat terus menjaga kemurnian dan kualitas pencak silat agar tetap menjadi rujukan dunia serta memperkuat identitas bangsa di kancah global. (*)


Poin Utama Berita

  • Presiden Prabowo tegaskan pencak silat sebagai jati diri bangsa
  • Pencak silat dinilai bukan sekadar bela diri, tapi identitas nasional
  • Indonesia pernah menjadi “guru” bagi Vietnam dan Thailand
  • Negara lain sempat ungguli Indonesia dalam kompetisi
  • Prestasi pencak silat Indonesia tetap membanggakan di SEA Games
  • Pemerintah dorong pelestarian dan penguatan pencak silat