Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSNASIONALPERISTIWA

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

32
×

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Presiden disebut telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.

Kapolri menyampaikan bahwa instruksi tersebut diberikan langsung oleh Presiden agar proses penyelidikan berjalan menyeluruh hingga pelaku dapat segera diungkap.

“Saat ini saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” ujar Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026).

Polisi Gunakan Scientific Crime Investigation

Kapolri menegaskan bahwa penyelidikan kasus tersebut akan dilakukan dengan metode scientific crime investigation, yakni pendekatan investigasi berbasis ilmiah melalui pengumpulan bukti, analisis forensik, serta pemeriksaan saksi.

Saat ini, aparat kepolisian masih mengumpulkan berbagai informasi dan alat bukti guna mengungkap pelaku di balik aksi penyiraman air keras tersebut.

“Yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini kami sedang mengumpulkan informasi dan keterangan yang nantinya akan didalami satu per satu,” kata Sigit.

Korban Mengalami Luka Bakar Serius

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.

Berdasarkan laporan awal, korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan sekitar 24 persen akibat reaksi cairan kimia yang mengenai bagian tubuhnya.

Luka tersebut terdapat pada sejumlah bagian tubuh, terutama area wajah sisi kanan termasuk mata kanan, kemudian kedua tangan, serta bagian dada.

Polisi Dalami Kemungkinan Lebih dari Dua Pelaku

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian memperlihatkan dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman tersebut.

Namun demikian, pihak kepolisian belum menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam peristiwa tersebut.

Penyidik kini masih mendalami berbagai bukti, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi, guna memastikan jumlah pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ini mendapat perhatian luas dari publik karena dinilai sebagai tindakan kekerasan serius yang harus diusut hingga tuntas oleh aparat penegak hukum.

(*)