Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Prabowo Perintahkan Produksi Batu Bara Naik Saat Harga Minyak Tembus US$100, APBN Dijaga Tetap Aman

24
×

Prabowo Perintahkan Produksi Batu Bara Naik Saat Harga Minyak Tembus US$100, APBN Dijaga Tetap Aman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan peningkatan produksi batu bara sebagai respons atas lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus US$100 per barel akibat konflik global.

Instruksi tersebut disampaikan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan bersama jajaran menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Bapak Presiden meminta agar volume produksi batubara bisa ditingkatkan,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis menjaga ketahanan energi nasional di tengah terganggunya pasokan minyak global akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Revisi RKAB Tambang Segera Dilakukan

Pemerintah akan segera merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang untuk mendongkrak produksi batu bara dalam waktu dekat.

“Dengan kenaikan harga, batubara akan dihitung terkait pajak ekspor. Harapannya pendapatan pemerintah juga meningkat,” kata Airlangga.

Langkah ini diharapkan memberikan efek ganda, yakni menjaga stabilitas energi dalam negeri sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor ekspor komoditas.

Dorong Energi Terbarukan dan Konversi PLTD

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga menegaskan percepatan transisi energi menuju sumber terbarukan. Salah satu fokus utama adalah konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Presiden mengarahkan agar segera direalisasikan konversi menjadi pembangkit tenaga surya,” jelas Airlangga.

Selain itu, program konversi kendaraan bermotor konvensional ke listrik juga terus didorong sebagai bagian dari transformasi energi nasional yang lebih ramah lingkungan.

APBN Dijaga, Defisit Tetap di Bawah 3 Persen

Meski harga minyak dunia melambung jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel, pemerintah memastikan kondisi fiskal tetap terkendali.

“Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah tiga persen melalui efisiensi kementerian/lembaga,” tegas Airlangga.

Pemerintah melakukan penghematan anggaran serta optimalisasi sumber energi alternatif guna menekan dampak kenaikan harga minyak terhadap keuangan negara.

Pasokan BBM Dijamin Aman

Di tengah gejolak global, pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman dan terkendali.

Harga minyak dunia yang terus berfluktuasi dipicu konflik geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda. Namun, pemerintah optimistis stabilitas energi domestik tetap terjaga melalui kombinasi kebijakan peningkatan produksi batu bara dan percepatan energi terbarukan.(*)