Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONAL

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bermanfaat bagi Palestina

33
×

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bermanfaat bagi Palestina

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Presiden Prabowo Subianto dikabarkan siap menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BoP) jika forum tersebut tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pernyataan tersebut diungkap oleh Sekretaris Majelis Syura DPP Front Pembela Islam (FPI) Hanif Alatas usai menghadiri acara buka puasa bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Menurut Hanif, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP akan dievaluasi jika tidak membawa manfaat nyata bagi Palestina.

“Kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang memperjuangkan kepentingan Palestina, dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” ujar Hanif mengutip pernyataan Prabowo.


FPI Titipkan Surat Desakan Keluar dari BoP

Hanif menjelaskan dalam pertemuan tersebut pihaknya memang belum sempat menyampaikan pandangan secara langsung kepada Presiden.

Namun, organisasi yang diwakilinya telah menitipkan surat resmi berisi desakan agar Indonesia menarik diri dari Board of Peace.

“Memang tadi kami belum dapat kesempatan bicara langsung, tetapi kami menitipkan surat yang meminta Republik Indonesia menarik diri dari BoP,” kata Hanif.

Menurutnya, FPI menilai Amerika Serikat dan Israel memiliki rekam jejak buruk dalam berbagai konflik internasional, sehingga keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut dikhawatirkan tidak menguntungkan bagi perjuangan Palestina.


Kekhawatiran Pasukan Indonesia Hadapi Pejuang Palestina

Hanif juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP berpotensi menimbulkan situasi sensitif, termasuk kemungkinan pasukan Indonesia berhadapan langsung dengan kelompok pejuang Palestina di Gaza.

Ia menegaskan pihaknya mendukung pengiriman pasukan Indonesia jika bertujuan membantu kemerdekaan Palestina.

“Kalau dikirim ke Gaza untuk memerdekakan Palestina kami mendukung, bahkan siap membantu relawan. Tapi kalau di bawah komando Amerika lalu melucuti senjata pejuang Gaza, ini yang kami tidak setuju,” tegasnya.


MUI Sebut Prabowo Siap Mundur dari BoP

Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis.

Ia mengatakan Presiden Prabowo telah menyatakan kesiapannya untuk mundur dari Board of Peace apabila keikutsertaan Indonesia tidak memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian Palestina.

“Janjinya kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur,” kata Cholil Nafis di Istana Kepresidenan Jakarta.

Menurutnya, sikap Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina sudah sangat jelas dan tidak akan berubah.


Pembahasan Board of Peace Ditunda

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa pembahasan terkait Board of Peace saat ini ditangguhkan sementara.

Penundaan dilakukan karena situasi geopolitik Timur Tengah yang semakin memanas akibat konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang kembali pecah sejak akhir Februari 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa dalam sepekan terakhir tidak ada pembahasan lanjutan mengenai BoP di tingkat pemerintah.

“Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, pembahasan mengenai BoP saat ini ditangguhkan atau on hold,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Saat ini, pemerintah Indonesia lebih memfokuskan upaya diplomasi pada perlindungan dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak konflik Timur Tengah. (*)

Example 300250