JAKARTA | Sentrapos.co.id — Presiden Prabowo Subianto berencana menyampaikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat untuk menjelaskan kondisi global yang tengah bergejolak serta langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan bangsa Indonesia.
Taklimat tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama setelah pecahnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 218 jembatan secara virtual, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (10/3/2026).
“Akibat perang di Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan. Kita punya kekuatan yang besar, tapi saya juga akan jujur. Saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” ujar Prabowo.
Dunia Sedang Mengalami Goncangan
Presiden menilai situasi dunia saat ini sedang berada dalam kondisi penuh ketidakpastian akibat konflik antar kekuatan besar dunia.
Menurutnya, perang di Timur Tengah berpotensi memicu dampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global.
“Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja harus menghadapi kesulitan,” kata Presiden.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara intensif dengan menganalisis berbagai indikator ekonomi dan data strategis setiap hari.
“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu. Tapi saya yakin kita akan keluar dari krisis ini lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” ujarnya.
Ketahanan Pangan Jadi Kunci
Di tengah ketidakpastian global, Presiden menekankan pentingnya ketahanan nasional, terutama di sektor pangan dan energi.
Ia menyampaikan bahwa program menuju swasembada pangan mulai menunjukkan hasil positif.
“Kita sangat bersyukur, bertahun-tahun kita perjuangkan swasembada pangan. Sekarang kita sudah sampai swasembada beras, dan sebentar lagi kita akan mencapai kebutuhan protein kita,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, ketahanan pangan menjadi jaminan penting agar masyarakat Indonesia tetap aman di tengah gejolak global yang melanda banyak negara.
Dorong Kemandirian Energi Nasional
Selain pangan, pemerintah juga terus memperkuat kemandirian energi nasional dengan mengembangkan bahan bakar berbasis sumber daya domestik.
Beberapa sumber energi alternatif yang terus dikembangkan antara lain kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bekerja keras, menjaga persatuan, serta bersyukur atas potensi besar yang dimiliki Indonesia.
“Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersyukur,” tegasnya.
Dampak Global Mulai Terasa
Konflik geopolitik di Timur Tengah juga mulai memicu dampak pada perekonomian global, terutama dengan melonjaknya harga minyak dunia.
Nilai tukar rupiah bahkan sempat menembus Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (9/3/2026).
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Lonjakan harga minyak bisa memicu tekanan fiskal besar. Defisit APBN berpotensi melebar hingga Rp314 triliun jika harga minyak terus meningkat,” kata Bhima.
Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai tekanan fiskal terberat sejak pandemi Covid-19 jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.
Pemerintah saat ini terus memantau perkembangan situasi global guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian dunia. (*)




















