Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Prabowo Targetkan Indonesia Full Kendaraan Listrik, Siapkan PLTS 100 GW untuk Akhiri Ketergantungan Impor BBM

78
×

Prabowo Targetkan Indonesia Full Kendaraan Listrik, Siapkan PLTS 100 GW untuk Akhiri Ketergantungan Impor BBM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya menjadikan seluruh kendaraan di Indonesia berbasis listrik di masa depan. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah strategis menghadapi fluktuasi harga minyak dunia sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum diskusi bersama jurnalis senior dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026).

“Saya ingin total listrik. Kalau kita masih pakai mobil bensin atau solar, kita tetap tergantung impor,” tegas Prabowo.

Strategi Besar: Elektrifikasi Total Kendaraan

Prabowo menyebut, konversi kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik akan menjadi “game changer” bagi perekonomian nasional. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, biaya operasional kendaraan listrik jauh lebih murah dibanding kendaraan konvensional.

“Yang naik motor, kalau pakai listrik, pengeluarannya tinggal 20 persen. Ini game changer,” ujarnya.

Rencana besar tersebut mencakup seluruh sektor kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, truk, hingga alat berat seperti traktor. Namun, pemerintah tetap memberi ruang bagi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak untuk kalangan tertentu.

“Semua motor, mobil, truk, dan traktor harus listrik. Tapi yang punya mobil mewah, silakan pakai bensin, bayar harga dunia,” kata Prabowo.

Kejar Target Energi Surya 100 Gigawatt

Untuk mendukung elektrifikasi nasional, Prabowo menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW) dalam waktu maksimal dua tahun.

Saat ini, kapasitas listrik tenaga surya di Indonesia baru mencapai sekitar 11 GW. Pemerintah pun akan mempercepat pengembangan energi terbarukan guna memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat drastis.

“Paling lambat dua tahun, kita harus punya tenaga surya 100 gigawatt,” tegasnya.

Tutup PLTD, Tekan Biaya Energi

Selain mendorong energi bersih, Prabowo juga berencana menutup seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dinilai mahal dan tidak efisien. Saat ini, kapasitas PLTD di Indonesia masih sekitar 13 GW.

“Tidak boleh lagi ada listrik dari diesel, terlalu mahal. Ini harus kita ganti dengan tenaga surya,” ujarnya.

Langkah ini diyakini akan mempercepat transisi energi nasional sekaligus menekan beban subsidi energi dalam jangka panjang.

Dampak Ekonomi dan Industri

Transformasi menuju kendaraan listrik juga diproyeksikan mendorong industrialisasi baru di sektor energi dan otomotif nasional. Selain efisiensi biaya bagi masyarakat, kebijakan ini membuka peluang investasi besar dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mandiri energi, tetapi juga menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global. (*)