Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONAL

Prabowo Tegas: Tak Suka Kepemimpinan Saya, Silakan Bertarung di Pilpres 2029, Jangan Rusak Bangsa

24
×

Prabowo Tegas: Tak Suka Kepemimpinan Saya, Silakan Bertarung di Pilpres 2029, Jangan Rusak Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SENTUL | Sentrapos.co.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap pihak yang tidak menyukai kepemimpinannya dipersilakan untuk berkompetisi secara demokratis pada Pemilihan Presiden 2029, tanpa harus merusak kepentingan bangsa dan negara.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin.

“Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan. Tahun 2029 bertarung secara demokratis. Jangan karena tidak suka pada satu-dua orang, lalu merusak seluruh bangsa,” tegas Presiden.

MBG Diklaim Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

Dalam kesempatan itu, Presiden juga memaparkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dan ditargetkan meningkat menjadi 82 juta penerima paling lambat Desember 2026. Hingga kini, sebanyak 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di berbagai daerah.

Presiden menyebut, setiap dapur SPPG mempekerjakan rata-rata 50 tenaga kerja, sehingga program ini telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja langsung.

“Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, sudah menghasilkan satu juta lapangan kerja hanya dari MBG,” ujarnya.

Selain tenaga kerja langsung, dapur SPPG juga melibatkan 10–20 pemasok bahan pangan lokal seperti sayuran, telur, ikan, ayam, dan daging. Jika target 82 juta penerima tercapai, program ini diperkirakan mampu menciptakan tiga hingga lima juta lapangan kerja secara keseluruhan.

Demo Boleh, Kerusuhan Adalah Tindak Pidana

Presiden menegaskan bahwa hak berdemonstrasi dijamin undang-undang, namun tindakan yang mengarah pada kekerasan dan perusakan adalah perbuatan pidana yang membahayakan bangsa.

“Demo boleh. Tapi kalau berharap kerusuhan, bakar-bakar, bom molotov, itu pidana. Itu mencelakakan bangsa dan negara,” tegasnya.

Menurut Presiden, aksi saling mencela, memprovokasi kerusuhan, atau menghambat stabilitas nasional tidak akan membuka lapangan kerja maupun menghadirkan investasi baru.

Singgung Dugaan Campur Tangan Asing

Lebih lanjut, Presiden menyatakan keyakinannya bahwa sebagian kelompok yang kerap memicu aksi destruktif diduga berada di bawah pengaruh kekuatan asing.

“Saya yakin, sadar atau tidak sadar, kelompok-kelompok ini dikendalikan oleh kekuatan asing. Saya punya bukti,” ungkap Presiden.

Presiden pun mengimbau seluruh warga negara Indonesia untuk menilai kinerja pemerintah berdasarkan hasil nyata, bukan narasi provokatif.

“Capaian-capaian ini real, bukan omon-omon. Apakah kalian tidak kasihan kepada rakyat sendiri?” pungkasnya. *