JAKARTA | Sentrapos.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan kerja ke luar negeri dilakukan untuk menjaga kepentingan rakyat Indonesia, terutama dalam mempertahankan dan membuka lapangan kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam keterangan yang diunggah melalui akun resmi Kementerian Sekretariat Negara.
“Saya jalan-jalan (kunjungan kerja luar negeri) untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja,” tegas Prabowo.
Ia menjelaskan, meskipun para menteri telah menjalankan tugas diplomasi, terdapat sejumlah keputusan strategis yang membutuhkan kehadiran langsung kepala negara untuk melakukan lobi dan mencapai kesepakatan penting.
“Kalau tidak lobi langsung, tentu menteri yang kerja. Tapi di ujungnya saya harus datang. Ada hal-hal penting yang harus deal langsung,” ujarnya.
Presiden juga menekankan pentingnya membangun posisi tawar yang kuat dalam setiap hubungan internasional agar Indonesia mampu melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika global.
“Dalam setiap hubungan harus ada posisi tawar dari posisi kuat. Itu yang sedang kita kerjakan sekarang,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan lawatan ke dua negara Asia Timur, yakni Jepang dan Korea Selatan.
Kunjungan ke Jepang akan berlangsung pada 29–31 Maret 2026, di mana Presiden dijadwalkan menghadiri jamuan makan siang kenegaraan bersama Kaisar Jepang serta melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Pemerintah Jepang menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis dan komprehensif antara kedua negara.
Selanjutnya, Presiden Prabowo akan melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung.
Pertemuan bilateral ini akan membahas berbagai kerja sama strategis, mulai dari perdagangan, investasi, industri pertahanan, hingga pengembangan teknologi seperti kecerdasan buatan.
Selain itu, kedua negara juga akan menjajaki kerja sama di sektor infrastruktur, industri perkapalan, energi nuklir, serta transisi energi dan sektor budaya.
Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup peningkatan hubungan antara kawasan ASEAN dengan Korea Selatan, serta isu keamanan dan dinamika global.
Langkah diplomasi ini dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional melalui perluasan investasi dan penciptaan lapangan kerja baru di dalam negeri. (*)
Poin Utama
- Prabowo tegaskan diplomasi luar negeri untuk menjaga lapangan kerja
- Presiden akan kunjungi Jepang dan Korea Selatan akhir Maret
- Pertemuan fokus pada investasi, perdagangan, dan industri strategis
- Diplomasi langsung dinilai penting untuk capai kesepakatan besar
- Indonesia perkuat posisi tawar di tengah dinamika global
- Kerja sama mencakup AI, energi, pertahanan hingga budaya
- Upaya dorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi




















