Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONAL

Prabowo Tegaskan Disiplin Fiskal: Defisit Anggaran Tak Boleh Lebihi 3% Kecuali Saat Krisis

76
×

Prabowo Tegaskan Disiplin Fiskal: Defisit Anggaran Tak Boleh Lebihi 3% Kecuali Saat Krisis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga disiplin fiskal sebagai fondasi utama pengelolaan ekonomi nasional.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya berpegang pada prinsip sederhana namun fundamental, yakni memastikan negara “hidup sesuai kemampuan” dalam mengelola anggaran negara.

Dalam kebijakan fiskal Indonesia, pemerintah menetapkan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Presiden Prabowo menegaskan bahwa batas tersebut hanya dapat dilampaui apabila negara menghadapi situasi darurat yang luar biasa.

“Jangan belanja lebih besar dari penghasilan. Ini adalah dasar kehidupan untuk bertahan hidup,” ujar Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang dimuat dalam laporan berjudul Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Senin (16/3/2026).

Pelampauan Defisit Hanya Saat Krisis

Prabowo mencontohkan kondisi pandemi Covid-19 sebagai salah satu situasi darurat yang pernah memaksa pemerintah melampaui batas defisit anggaran.

Pada masa tersebut, pemerintah Indonesia secara legal diperbolehkan melewati batas defisit selama dua tahun untuk membiayai berbagai program penanganan krisis serta menyelamatkan perekonomian nasional.

Menurut Prabowo, langkah serupa hanya akan dipertimbangkan jika terjadi guncangan ekonomi besar yang benar-benar memerlukan intervensi fiskal luar biasa.

Salah satu skenario yang berpotensi memicu pelonggaran defisit adalah lonjakan tajam harga minyak mentah dunia yang berlangsung dalam jangka panjang, misalnya akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Prabowo Tekankan Kehati-hatian Fiskal

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa melampaui batas defisit bukanlah pilihan utama pemerintah.

Ia menilai Indonesia harus tetap menjaga stabilitas fiskal dan tidak mudah mengikuti praktik sejumlah negara yang melonggarkan aturan defisit anggaran.

“Saya harap kita tidak perlu mengubahnya. Sebenarnya saya tidak percaya pada defisit. Mungkin saya orang yang kuno,” kata Prabowo.

Presiden juga secara terbuka mengkritisi pendekatan ekonomi yang mendorong pertumbuhan tinggi melalui penambahan utang secara agresif.

Menurutnya, prinsip pengelolaan keuangan negara harus berlandaskan pada nilai kehati-hatian yang sederhana namun kuat, yakni mengatur pengeluaran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Prinsip tersebut, kata Prabowo, merupakan nilai yang ia pegang sejak lama berdasarkan didikan keluarganya.

Dengan menjaga disiplin fiskal, pemerintah berharap stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, sekaligus memperkuat ketahanan negara dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. (*)

Example 300250