JAKARTA | Sentrapos.co.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap berada pada jalur kebijakan luar negeri yang tepat di tengah meningkatnya konflik global di berbagai kawasan dunia. Prinsip bebas aktif dan tidak memihak disebut sebagai fondasi utama sikap diplomasi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan pembangunan ratusan jembatan di seluruh Indonesia secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/3/2026).
Presiden menyoroti kondisi dunia yang saat ini dipenuhi berbagai konflik bersenjata, mulai dari perang di Eropa hingga ketegangan yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.
“Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang besar di Eropa, di Ukraina, sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena,” ujar Presiden Prabowo.
Menurutnya, meskipun Indonesia secara geografis berada jauh dari kawasan konflik tersebut, dampaknya tetap dapat dirasakan oleh negara-negara lain di dunia.
“Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil,” kata Presiden.
Presiden menjelaskan bahwa dinamika global saat ini menunjukkan bagaimana konflik di satu wilayah dapat memberikan efek domino terhadap stabilitas kawasan lain, baik dari sisi ekonomi, politik maupun keamanan internasional.
Karena itu, Indonesia memilih untuk tetap konsisten menjalankan politik luar negeri independen, tanpa berpihak pada blok kekuatan tertentu.
“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok,” tegasnya.
Kepala Negara menekankan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk bergabung dengan blok kekuatan global mana pun. Sikap tersebut merupakan bagian dari tradisi diplomasi Indonesia yang menjunjung keseimbangan hubungan internasional serta upaya menjaga perdamaian dunia.
“Kita tidak ingin ikut blok manapun, kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia, Bhineka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita hormati semua bangsa,” tutur Presiden.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif, yang sejak lama menjadi pijakan diplomasi Indonesia dalam menjaga kedaulatan, stabilitas, serta hubungan baik dengan seluruh negara di dunia. (*)




















