Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASI & PEMERINTAHANPERISTIWA

Pramono Anung: Banjir Jakarta Tak Bisa Hilang Sepenuhnya, Normalisasi Sungai Hanya Kurangi Dampak

104
×

Pramono Anung: Banjir Jakarta Tak Bisa Hilang Sepenuhnya, Normalisasi Sungai Hanya Kurangi Dampak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.idGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa banjir di Ibu Kota tidak dapat dihilangkan sepenuhnya meskipun pemerintah terus melakukan program normalisasi sungai di sejumlah wilayah.

Menurutnya, langkah tersebut hanya mampu mengurangi dampak banjir, bukan menghapusnya secara total.

“Kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta. Tetapi kalau kemudian menghilangkan sepenuhnya banjir di Jakarta, enggak mungkin,” ujar Pramono Anung saat memberikan keterangan pers di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Normalisasi Sungai Terus Dilakukan

Pramono menjelaskan pemerintah provinsi terus melakukan normalisasi pada sejumlah sungai yang menjadi jalur utama aliran air di Jakarta.

Beberapa sungai yang telah dilakukan penataan antara lain:

  • Sungai Ciliwung

  • Kali Cakung Lama

  • Kali Krukut

Program normalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai sehingga aliran air dapat mengalir lebih lancar ketika curah hujan tinggi.

Faktor Geografis Jadi Penyebab

Gubernur DKI Jakarta itu juga menyoroti kondisi geografis Jakarta sebagai salah satu faktor utama yang membuat banjir sulit dihilangkan sepenuhnya.

“Karena permukaan air laut sekarang sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah di Jakarta,” jelas Pramono.

Selain faktor geografis, banjir di Jakarta juga dipicu oleh curah hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah penyangga di sekitar ibu kota.

Karena itu, penanganan banjir memerlukan kerja sama lintas wilayah di kawasan Jabodetabek.

105 RT dan 19 Jalan Masih Tergenang

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan masih terjadi di sejumlah wilayah ibu kota.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan bahwa hingga Minggu (8/3/2026) pukul 09.00 WIB, terdapat 105 RT dan 19 ruas jalan yang masih terdampak banjir.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 105 RT dan 19 jalan yang masih tergenang,” kata Isnawa.

Ia menambahkan bahwa ketinggian air di beberapa wilayah bahkan mencapai 1,7 meter.

BPBD Kerahkan Petugas

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik genangan.

Petugas juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melakukan penyedotan air serta memastikan sistem drainase dan saluran air berfungsi dengan baik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek. (*)

Example 300250