Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Prancis Tolak Serangan AS–Israel ke Iran, Menlu Jean-Noel Barrot: Di Luar Hukum Internasional

81
×

Prancis Tolak Serangan AS–Israel ke Iran, Menlu Jean-Noel Barrot: Di Luar Hukum Internasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIS | Sentrapos.co.id — Pemerintah Prancis secara tegas menyatakan penolakannya terhadap serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Paris menilai operasi tersebut dilakukan di luar kerangka hukum internasional dan berpotensi memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dalam wawancara dengan stasiun televisi nasional France 2 pada Selasa.

Dalam wawancara tersebut, Barrot menegaskan bahwa Prancis tidak terlibat dalam operasi militer yang dilakukan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran.

“Kami tidak menyetujui perang ini dan kami tidak berpartisipasi di dalamnya,” ujar Jean-Noel Barrot, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Menurutnya, serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel tidak memiliki tujuan strategis yang jelas dan dilakukan di luar kerangka hukum internasional.


Seruan De-eskalasi di Timur Tengah

Selain menyampaikan penolakan terhadap operasi militer tersebut, pemerintah Prancis juga menyerukan agar ketegangan di kawasan Timur Tengah segera diturunkan guna mencegah konflik meluas.

Barrot menegaskan bahwa stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui perubahan sikap dari berbagai pihak, termasuk Iran.

“Kami mengharapkan Iran meninggalkan perannya sebagai kekuatan yang tidak stabil dan berbahaya,” tegas Barrot.

Ia menambahkan bahwa Teheran harus menunjukkan perubahan sikap yang lebih fundamental agar peluang tercapainya solusi diplomatik tetap terbuka.

“Iran harus berkomitmen pada perubahan sikap secara radikal dan memberikan konsesi besar,” ungkapnya.

Langkah tersebut, menurut Barrot, diperlukan untuk membuka jalan menuju solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.


Prancis Dorong Misi Pengamanan Selat Hormuz

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, Prancis juga mengungkapkan adanya rencana pembentukan misi pertahanan internasional guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Inisiatif tersebut sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Barrot menyebut sejumlah negara telah menyatakan minat untuk ikut serta dalam misi tersebut, termasuk beberapa negara Eropa dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Langkah itu dinilai penting untuk menjamin keamanan jalur perdagangan global sekaligus mencegah gangguan distribusi energi internasional.


Eskalasi Konflik Iran vs AS–Israel

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer bersama terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Operasi tersebut oleh Washington diberi nama “Epic Fury.”

Sejak operasi dimulai, laporan menyebutkan lebih dari 1.200 orang tewas dan sekitar 10.000 orang lainnya mengalami luka-luka di wilayah Iran.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta beberapa wilayah di kawasan yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Serangan tersebut juga dilaporkan mengarah ke Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang berpotensi mengganggu stabilitas global. (*)

Example 300250