“Iran bukan Vietnam, bukan Korea Utara, bukan Kosovo. Ini bisa menjadi peristiwa yang paling mengerikan,” kata Zhirinovsky dalam video tersebut.
Menurutnya, konflik yang melibatkan Iran berpotensi berkembang menjadi perang yang jauh lebih besar dibanding konflik-konflik regional sebelumnya.
Konflik Timur Tengah Memanas
Prediksi tersebut kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan memulai serangan militer terhadap Iran pada Sabtu (28/3).
Selain menyerang sejumlah target di Iran, Israel juga melakukan serangan terhadap wilayah Lebanon setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan ke Israel.
Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah kabar meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan sebelumnya.
Korban Terus Bertambah
Eskalasi konflik tersebut menimbulkan korban jiwa yang signifikan.
Hingga Kamis (5/3), laporan terbaru menyebutkan bahwa jumlah korban tewas di Iran telah melampaui 1.000 orang, termasuk 181 anak-anak.
Sementara itu, serangan militer Israel di Lebanon dilaporkan menyebabkan 72 orang tewas.
Situasi ini memicu kekhawatiran global mengenai potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang dapat berdampak pada stabilitas geopolitik dunia.
Pengamat menilai, jika konflik terus meluas dan melibatkan lebih banyak negara besar, maka risiko konflik berskala global akan semakin meningkat. (*)




















