JAKARTA | Sentrapos.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, buka suara terkait tudingan yang menilai dirinya merugikan atau mempermalukan Indonesia. Ia menegaskan bahwa seluruh perjalanan hidupnya diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Dalam sambutannya, Presiden mengaku melakukan refleksi pribadi menyusul berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya.
“(Karena adanya tudingan tersebut) Jadi saya bilang, ‘Aduh, apa iya saya menghina bangsa Indonesia?’,” ungkapnya.
Tegaskan Tidak Pernah Berniat Menghina Bangsa
Presiden Prabowo menegaskan dirinya tidak pernah memiliki niat merugikan, apalagi mempermalukan Indonesia. Ia menyebut sejak usia muda telah memilih jalan pengabdian, meski tidak berasal dari latar belakang kekayaan atau fasilitas berlebih.
“Dari umur muda, saya tidak punya apa-apa. Saya siap mati untuk Republik. Masa saya sampai hati mau menghina? Tidak,” tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa sisa hidupnya sepenuhnya dipersembahkan untuk menyelamatkan dan membangun Republik Indonesia.
“Sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan dan membangun Republik Indonesia,” lanjutnya.
Fokus Bangun Indonesia yang Kuat dan Adil
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi bangsa, baik dari sisi ketahanan pangan, keamanan, maupun kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, nilai kehormatan sebagai seorang prajurit terletak pada pengabdian dan tanggung jawab terhadap rakyat.
“Saya ingin mati di atas jalan kebenaran. Saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat.”
“Bagi seorang prajurit, kehormatan adalah mati untuk rakyatnya. Masa saya mau menghina? Tapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama,” pungkas Presiden.
Konteks Ketahanan Pangan dan Peran Polri
Peresmian 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri merupakan bagian dari upaya memperkuat distribusi dan stabilitas pangan nasional. Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret pemerintah dalam menjaga ketersediaan bahan pokok serta stabilitas harga di tengah dinamika global.
Presiden Prabowo menekankan bahwa kerja nyata dan hasil konkret akan menjadi jawaban atas berbagai tudingan yang berkembang. *




















