KEDIRI | Sentrapos.co.id – Prabowo Subianto menyerahkan bantuan 200 unit becak listrik kepada para penarik becak di Kota Kediri, Jawa Timur. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi beban fisik para pengemudi becak yang mayoritas berusia lanjut.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Firman Dahlan, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan perhatian langsung Presiden kepada para penarik becak.
“Penggunaan becak listrik diharapkan mampu mengurangi beban fisik. Selama ini harus menggunakan tenaga penuh untuk mengayuh becak,” ujarnya di sela penyerahan di Balai Kota Kediri, Rabu (26/2/2026).
Firman menjelaskan, setiap unit becak listrik bernilai sekitar Rp22 juta dan seluruh pendanaan berasal dari dana pribadi Presiden, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dorong Transportasi Ramah Lingkungan
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Penyerahan 200 unit becak listrik bertepatan dengan satu tahun kepemimpinannya dalam mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni).
Menurutnya, bantuan ini menjadi langkah nyata mendorong transportasi ramah lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
“Dengan adanya becak listrik, penarik becak tidak perlu mengayuh lagi. Diharapkan bapak-bapak bisa lebih produktif dan lebih mudah mencari nafkah bagi keluarganya,” katanya.
Pemkot Kediri menegaskan becak listrik tersebut tidak boleh dijual, digadaikan, maupun dipindahtangankan. Penerima bantuan telah melalui proses seleksi dan masuk kategori desil 1–5, dengan rata-rata usia di atas 55 tahun.
Perkuat Ekosistem Wisata dan Infrastruktur
Penyerahan bantuan dikemas dalam kegiatan “Becak On The Road” yang meliputi touring, santunan, cek kesehatan gratis, operasi pasar murah (OPM), tausiyah, buka puasa bersama hingga pengundian hadiah umrah.
Ke depan, Pemkot Kediri berencana memperkuat ekosistem wisata melalui program Kediri City Tourism serta peningkatan fasilitas pendukung, termasuk Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).
“Kami akan bekerja sama dengan PLN UP3 Kediri untuk mendukung penyediaan fasilitas pengisian daya agar operasional becak listrik berjalan lancar,” tegas Wali Kota.
Selain penyerahan becak listrik, acara tersebut juga diisi dengan penandatanganan serah terima bantuan, pembagian paket bahan pokok, serta penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kementerian Kebudayaan. Tausiyah disampaikan oleh pengasuh Pesantren Al Falah Ploso Kediri, KH Muhammad Abdurrohman Al Kautsar (Gus Kautsar).
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan transportasi tradisional berbasis energi bersih yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil.
(*)




















