JAKARTA | Sentrapos.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menerima dana hingga Rp1 miliar per bulan, menciptakan perputaran ekonomi besar di berbagai wilayah.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa skema pendanaan tersebut dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal secara langsung dan merata.
“Satu SPPG rata-rata menerima Rp1 miliar per bulan. Di Jawa Barat saja ada 5.000 SPPG, artinya uang yang beredar mencapai Rp5 triliun per bulan,” ujar Dadan, Kamis (19/3/2026).
Dalam kurun waktu 2,5 bulan pelaksanaan program, total perputaran dana di Jawa Barat bahkan telah mencapai Rp11 hingga Rp12 triliun.
93 Persen Anggaran Langsung ke Daerah
Dadan menjelaskan, mayoritas anggaran BGN disalurkan langsung ke daerah melalui sistem virtual account yang terhubung dengan seluruh SPPG di Indonesia.
“Sebanyak 93 persen anggaran langsung disalurkan dari KPPN ke virtual account SPPG yang kini jumlahnya sudah 25.574 unit di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Skema ini dinilai mampu mempercepat distribusi anggaran sekaligus mendorong pemerataan ekonomi hingga ke tingkat daerah.
Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM
Program MBG sejak awal dirancang untuk memanfaatkan sumber daya lokal. Bahan pangan yang digunakan diharapkan berasal dari daerah setempat, sehingga membuka peluang besar bagi petani, pelaku UMKM, hingga industri pangan lokal.
Kebijakan ini juga mendorong kepala daerah untuk memastikan dana yang masuk ke wilayahnya dibelanjakan kembali di daerah tersebut.
“Kami harapkan terjadi pergerakan ekonomi circular di daerah. Produktivitas lokal meningkat dan ekonomi daerah berkembang,” jelas Dadan.
Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Selain menggerakkan ekonomi, program ini juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru. Setiap SPPG membutuhkan tenaga operasional hingga tenaga ahli seperti ahli gizi.
Menariknya, tenaga ahli gizi direkrut dari masyarakat setempat agar pemenuhan kebutuhan gizi dapat disesuaikan dengan potensi dan karakteristik lokal.
Efek Domino Ekonomi Nasional
Dengan ribuan SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia, program MBG diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional berbasis daerah.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi lokal melalui distribusi anggaran yang masif dan terarah. (*)




















