Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Program Sekolah Rakyat Prabowo Kian Meluas, 22 Ribu Siswa Terjangkau dan 100 Sekolah Baru Dibangun

89
×

Program Sekolah Rakyat Prabowo Kian Meluas, 22 Ribu Siswa Terjangkau dan 100 Sekolah Baru Dibangun

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemerintah terus memperluas Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi nasional meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 22 ribu siswa di 166 sekolah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah baru pada tahun 2026 guna memperluas jangkauan pendidikan bagi masyarakat miskin.

Menurut Budiman, banyak anak Indonesia memiliki mimpi besar, namun tidak semua mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto memperluas program Sekolah Rakyat sebagai solusi mempersempit kesenjangan pendidikan.

“Pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui Sekolah Rakyat, negara membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan,” ujar Budiman dalam pesan video bertajuk Indonesia dalam 60 Detik yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (13/3/2026).

Strategi Nasional Pengentasan Kemiskinan

Budiman menjelaskan bahwa Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan memiliki tugas mengoordinasikan berbagai program pengentasan kemiskinan agar berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Dalam konteks tersebut, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program kunci yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membuka peluang mobilitas sosial yang lebih luas bagi masyarakat miskin.

Selain Sekolah Rakyat, pemerintah juga mengembangkan program Sekolah Unggul Garuda yang dirancang untuk mencetak generasi unggul di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

“Anak Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di era teknologi. Mereka harus menjadi pencipta, peneliti, dan inovator yang mampu bersaing secara global,” tegas Budiman.

Ia juga menekankan bahwa kesempatan pendidikan harus terbuka bagi semua anak Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

“Masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan. Kesempatan belajar dan berkembang harus terbuka bagi seluruh anak Indonesia,” tambahnya.

Wujud Keadilan Sosial di Bidang Pendidikan

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menilai program Sekolah Rakyat merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga rentan.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan setiap anak Indonesia.

“Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas bagi adik-adik yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Kami mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh,” ujar Fajar.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik, mengembangkan potensi, serta memperoleh pendidikan yang layak.

Program ini juga dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun generasi unggul dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan. (*)

Example 300250