JAKARTA | Sentrapos.co.id – Puncak arus balik Idulfitri 1447 H diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan lonjakan kendaraan yang signifikan. Para pemudik diimbau memastikan kondisi kendaraan prima guna menghindari risiko mogok di tengah perjalanan.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, volume kendaraan saat puncak arus balik diperkirakan mencapai lebih dari 285 ribu unit, meningkat dibanding puncak arus mudik sebelumnya.
Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima
Pemilik bengkel spesialis otomotif, Imun, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh sebelum perjalanan jauh.
Pengecekan meliputi:
- Oli mesin
- Air radiator
- Sistem pengereman
- Kondisi ban
- Aki kendaraan
Servis ringan juga sangat dianjurkan guna meminimalisir gangguan teknis di jalan.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat agar perjalanan arus balik aman dan lancar,” tegas Imun.
Dokumen dan Saldo E-Toll Jangan Terlewat
Selain kondisi kendaraan, kelengkapan dokumen juga menjadi hal penting yang wajib diperhatikan pemudik.
Pastikan:
- SIM dan STNK aktif
- Kartu e-toll tersedia
- Saldo e-toll mencukupi
“Lebih baik memiliki saldo lebih daripada kekurangan di tengah perjalanan,” tambahnya.
Manajemen Waktu dan Istirahat Pengemudi
Pemudik juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri saat berkendara.
Disarankan:
- Istirahat setiap 2 jam
- Melakukan power nap
- Maksimal berkendara 8 jam per hari
Langkah ini penting untuk menghindari kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Pemerintah Imbau Hindari Puncak Arus Balik
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik dengan memanfaatkan kebijakan cuti bersama dan Work From Anywhere (WFA).
“Kami mengimbau masyarakat kembali lebih awal atau setelah puncak arus balik untuk menghindari kemacetan,” ujarnya.
Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terbagi dalam dua gelombang:
- Gelombang 1: 24 Maret 2026
- Gelombang 2: 28–29 Maret 2026
Antisipasi Macet dan Perjalanan Lebih Aman
Dengan lonjakan volume kendaraan yang tinggi, pemudik diharapkan dapat merencanakan perjalanan secara matang.
Selain menghindari waktu puncak, pemudik juga disarankan:
- Memantau kondisi lalu lintas
- Menentukan rest area alternatif
- Menjaga kondisi fisik selama perjalanan
Persiapan matang menjadi kunci utama perjalanan arus balik yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. (*)




















