JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran kepolisian mengantisipasi puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada pertengahan Maret. Antisipasi tersebut diperlukan guna memastikan kelancaran, keamanan, serta keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik Idulfitri.
Pernyataan itu disampaikan Kapolri dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, sebagaimana dikutip dari laman resmi Humas Polri, Minggu (8/3/2026).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait guna mempersiapkan pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama masa mudik Lebaran.
“Prediksi puncak arus mudik pertama ini kemungkinan terjadi pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret,” kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Menurut Sigit, prediksi tersebut didasarkan pada hasil survei yang dilakukan jajaran kepolisian bersama Kementerian Perhubungan serta perbandingan dengan data realisasi jumlah pemudik pada Lebaran 2025.
Puncak Arus Mudik Gelombang Kedua
Kapolri menjelaskan, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16 hingga 17 Maret 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan memicu gelombang kedua arus mudik.
“Sehingga diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik kedua, yakni pada tanggal 18 dan 19 Maret,” ujar Sigit.
Selain itu, jajaran kepolisian juga diminta menyiapkan pengaturan khusus pada jalur penyeberangan menuju Bali. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan perayaan Idulfitri tahun ini.
“Perlu adanya pengaturan penyeberangan, khususnya antara Jawa Timur dan Bali, karena harus menghormati Hari Raya Nyepi,” jelasnya.




















