Arus Balik Diprediksi Dua Gelombang
Tidak hanya arus mudik, Kapolri juga memprediksi arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 24 hingga 25 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua diprediksi terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.
“Bila diperlukan, Polri akan melaksanakan operasi lanjutan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan,” tegas Sigit.
9 Juta Pemudik Diprediksi Mulai Bergerak 13 Maret
Secara terpisah, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan mulai terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, sekitar 9 juta orang diprediksi mulai melakukan perjalanan mudik pada tanggal tersebut.
“Hari Jumat tanggal 13 Maret itu sudah mulai terjadi pergerakan. Semula tanpa WFA sekitar 4,4 juta pergerakan, namun setelah kebijakan WFA meningkat menjadi hampir 9 juta,” kata Dudy kepada wartawan di The Ritz-Carlton Jakarta.
Menurutnya, kebijakan Work From Anywhere (WFA) diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas pada puncak arus mudik.
Total Pergerakan Mudik Diprediksi 143,9 Juta Orang
Kementerian Perhubungan memperkirakan total pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang.
Jumlah tersebut sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.
Namun demikian, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan pemudik di lapangan.
“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, sering terjadi lonjakan antara hasil survei dan realisasi di lapangan. Karena itu kami tetap menyiapkan berbagai skenario antisipasi,” ujar Dudy.
Dengan berbagai skenario pengamanan dan pengaturan mobilitas tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (*)




















