SUMENEP | Sentrapos.co.id — Bencana angin puting beliung disertai hujan deras menerjang sejumlah dusun di Kecamatan Pragaan dan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (1/2/2026) siang. Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kategori sedang hingga rusak berat.
Hingga Minggu sore, BPBD Kabupaten Sumenep bersama tim tanggap bencana masih melakukan monitoring dan pendataan di lokasi terdampak guna memastikan jumlah kerusakan serta kebutuhan darurat warga.
“Angin puting beliung datang bersamaan dengan hujan deras. Banyak rumah rusak sedang sampai rusak berat,” ujar Horri, warga Kecamatan Pragaan.
Horri menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sangat cepat dan membuat warga panik. Angin kencang disertai hujan lebat membuat sebagian warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Warga banyak yang histeris, keluar rumah karena anginnya sangat kuat dan hujan deras,” katanya.
Desa Karduluk Paling Parah Terdampak
Berdasarkan informasi sementara di lapangan, kerusakan terparah terjadi di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Sedikitnya enam dusun dilaporkan terdampak cukup serius, yakni Dusun Rengperreng, Dunggaddung, Somangkaan, Moralas, Palalangan, dan Berruh.
Selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga menyebabkan banyak pohon tumbang, termasuk di wilayah Pekandangan Tengah, Kecamatan Bluto, yang sempat mengganggu akses lingkungan sekitar.
Kepala Bidang Kebencanaan BPBD Kabupaten Sumenep, Taufik, memastikan tim masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen menyeluruh.
“Tim masih di lapangan melakukan asesmen dan pendataan dampak kejadian,” ujarnya.
Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan cuaca ekstrem, agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan deras dan angin kencang masih dapat terjadi. Pemerintah daerah memastikan akan menindaklanjuti hasil pendataan untuk menentukan langkah penanganan dan bantuan bagi warga terdampak. *




















