“Kejadian yang terjadi pada hari Minggu kemarin sedang dalam proses pemeriksaan internal,” ujar Arya kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan peristiwa tersebut bermula saat aparat menerima laporan dari Kapolsek Rapocini melalui handy talky (HT) mengenai sekelompok remaja yang bermain senapan mainan berpeluru jeli di jalanan.
Menurut laporan tersebut, kelompok remaja tersebut diduga mencegat warga yang melintas bahkan melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat.
“Tindakan mereka seperti mendorong hingga menendang pengendara yang lewat sehingga menimbulkan keresahan warga,” kata Arya.
DPR Minta Pengusutan Transparan
Abdullah menegaskan bahwa apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran prosedur, maka oknum polisi tersebut harus diberikan sanksi tegas baik secara etik maupun pidana.
Menurutnya, penegakan hukum yang transparan sangat penting untuk menjaga marwah institusi kepolisian sekaligus kepercayaan publik.
“Jika ditemukan pelanggaran, pelaku harus diberikan sanksi tegas. Jangan sampai ada kesan impunitas terhadap aparat,” tegas Abdullah.
Ia juga meminta pihak kepolisian membuka fakta kasus secara terang-benderang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan prosedur penggunaan senjata api secara profesional dan bertanggung jawab. (*)




















