JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kabar mengejutkan datang dari skuad Timnas Indonesia jelang laga FIFA Series 2026. Bek kiri Dean James dipastikan dicoret dari daftar pemain dan tidak akan tampil pada pertandingan yang digelar 27–30 Maret 2026.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji. Ia menegaskan pencoretan dilakukan karena keterbatasan kuota pemain dalam pertandingan resmi.
“Untuk Dean James, kami batalkan pemanggilannya karena hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan,” ujar Sumardji, Rabu (25/3/2026).
Awalnya, tim pelatih memanggil 24 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan. Namun, regulasi FIFA mengharuskan setiap tim hanya mendaftarkan maksimal 23 pemain.
Pertimbangan Pelatih dan Faktor Mental
Sumardji menjelaskan, keputusan tersebut merupakan permintaan pelatih kepala John Herdman yang juga mempertimbangkan kondisi psikologis pemain.
Menurutnya, mempertahankan 24 pemain berpotensi membuat satu pemain tidak masuk daftar pertandingan dan hanya menjadi penonton di tribune, yang dinilai bisa berdampak pada mental.
“Kalau ada satu pemain hanya duduk di tribune, itu tidak bagus untuk mental. Jadi lebih baik tidak dipanggil,” tegasnya.
Meski demikian, pihak PSSI tidak merinci alasan teknis lain terkait pencoretan Dean James dari skuad.
Daftar Resmi 23 Pemain Timnas Indonesia
Berikut daftar 23 pemain yang resmi didaftarkan untuk FIFA Series 2026:
Kiper:
Cahya Supriadi, Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata
Belakang:
Dony Tri Pamungkas, Elkan Baggott, Jay Idzes, Justin Hubner, Kevin Diks, Nathan Tjoe-A-On, Rizky Ridho, Sandy Walsh
Tengah:
Calvin Verdonk, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Joey Pelupessy, Jordi Amat
Depan:
Beckham Putra Nugraha, Mauro Zijlstra, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Ramadhan Sananta, Yakob Sayuri
Pencoretan ini menjadi perhatian publik, mengingat Dean James sebelumnya masuk dalam daftar pemain yang diproyeksikan memperkuat lini pertahanan.
Meski demikian, skuad Garuda tetap diharapkan tampil maksimal dalam ajang FIFA Series sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda internasional berikutnya. (*)




















