NGANJUK | Sentrapos.co.id — Retakan tanah sepanjang 30 meter dengan kedalaman hingga 3 meter ditemukan di lereng Gunung Wilis, tepatnya di hutan Dusun Salamjudeg, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.
Temuan ini memicu kekhawatiran akan potensi bencana longsor yang dapat mengancam keselamatan warga dan pengunjung di kawasan tersebut.
Tim gabungan dari BPBD Nganjuk, Tagana, Forpimcam Ngetos, Perhutani, TNI-Polri, serta masyarakat setempat telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Minggu (5/4/2026).
Kepala BPBD Nganjuk, Sutomo, mengungkapkan bahwa kondisi retakan terlihat cukup mengkhawatirkan dengan lebar dan kedalaman yang bervariasi.
“Retakan tampak menganga dengan kedalaman antara 30 sentimeter hingga 3 meter. Ini berpotensi memicu longsor,” jelas Sutomo, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, lokasi retakan berada di kawasan pegunungan yang berada di atas area petilasan Makam Argojali, yang kerap dikunjungi masyarakat.
“Retakan berada di atas area petilasan, sehingga berisiko tidak hanya bagi warga, tetapi juga peziarah,” ujarnya.
Menurut Sutomo, retakan tanah ini berpotensi memicu pergerakan tanah, terutama setelah kondisi kemarau panjang yang diikuti hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami terus melakukan pemantauan dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Ngetos, Nuri Prihandoko, menyebutkan bahwa jarak retakan dengan permukiman warga sekitar 2,5 kilometer, khususnya dari Dusun Salamjudeg yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga.
Meski tidak berada tepat di kawasan permukiman, area sekitar retakan merupakan lahan garapan warga yang ditanami komoditas seperti cengkeh. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi jalur yang kerap dilalui peziarah menuju Makam Argojali.
“Potensi risiko tidak hanya bagi warga, tetapi juga bagi pengunjung yang datang ke lokasi,” jelas Nuri.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan bersama instansi terkait akan segera memasang papan peringatan serta garis pembatas di sekitar lokasi retakan.
“Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas atau melintas di sekitar lokasi,” pungkasnya.
Pemerintah daerah mengingatkan bahwa kondisi geografis pegunungan yang labil, ditambah perubahan cuaca ekstrem, dapat meningkatkan potensi bencana alam seperti longsor dan pergerakan tanah. (*)
Poin Utama Berita
- Retakan tanah sepanjang 30 meter ditemukan di lereng Gunung Wilis
- Kedalaman retakan mencapai hingga 3 meter
- Berpotensi memicu longsor dan pergerakan tanah
- Lokasi berada di atas area petilasan Makam Argojali
- Tim gabungan telah melakukan pengecekan lapangan
- Jarak ke permukiman sekitar 2,5 kilometer
- Area sekitar merupakan lahan garapan dan jalur peziarah
- Pemerintah siaga, akan pasang peringatan dan pembatas
- Warga diminta waspada dan siap evakuasi jika kondisi memburuk

















