Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Geopark Ijen Hadapi Revalidasi UNESCO 2026, Banyuwangi Targetkan Green Card Kembali

20
×

Geopark Ijen Hadapi Revalidasi UNESCO 2026, Banyuwangi Targetkan Green Card Kembali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANYUWANGI | Sentrapos.co.id – Ketua Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM Aries Kusworo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membahas persiapan revalidasi Geopark Ijen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG), Rabu.

Revalidasi tahun 2026 ini menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi ditetapkan sebagai bagian jaringan geopark UNESCO pada 2023. Proses ini merupakan evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun guna memastikan standar internasional tetap terpenuhi.

Hasil evaluasi akan menentukan status Geopark Ijen, yakni Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan dalam dua tahun), atau Red Card (status dicabut).

Evaluasi Kemajuan dan Standar Internasional

“Ini adalah revalidasi pertama, maka perlu persiapan karena yang dinilai adalah kemajuan yang sudah dicapai. Kami berharap seluruh pemangku kepentingan mempersiapkan dengan baik saat asesor melakukan penilaian,” ujar Aries Kusworo saat bertemu Bupati Ipuk.

Selama di Banyuwangi, tim menggelar berbagai agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang dijadwalkan berlangsung pertengahan 2026.

Tim juga mengadakan forum diskusi (FGD) bersama pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen, meliputi Banyuwangi dan Bondowoso. Selain itu, peninjauan lapangan dilakukan di sejumlah situs strategis, seperti Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove.

Aries menyebut sejumlah rekomendasi UNESCO telah dipenuhi secara bertahap, termasuk penguatan kerja sama dengan geopark lain dalam jaringan UGG.

“Kerja sama aktif dengan UGG lain menjadi poin penting dalam penilaian UNESCO,” tegasnya.

Target Green Card untuk Dampak Ekonomi dan Pelestarian

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, pertemuan tersebut merupakan langkah konkret memperkuat kolaborasi lintas pihak guna meraih kembali status Green Card.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini,” kata Ipuk.

Menurutnya, status Green Card bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat sekitar kawasan Geopark Ijen.

Dampaknya dinilai signifikan, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, masuknya investasi, terbukanya peluang ekonomi baru, hingga penguatan pelestarian alam dan budaya lokal.

“Saya yakin dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen bersama, kita bisa menjalankan seluruh rekomendasi asesor UGG,” ujar Ipuk optimistis.

Momentum Penguatan Pariwisata Berkelanjutan

Revalidasi Geopark Ijen 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola pariwisata berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan menjaga standar UNESCO, Geopark Ijen diharapkan tetap menjadi ikon pariwisata berkelanjutan Indonesia di kancah global.

Sinergi pemerintah pusat, daerah, pelaku wisata, dan masyarakat lokal akan menjadi faktor penentu dalam mempertahankan reputasi internasional tersebut. (*)

Example 300250