Site icon Sentra Pos

Revitalisasi SMK Diperluas, Pemerintah Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

Bandung | Sentrapos.co.id — Pemerintah terus memperkuat transformasi pendidikan vokasi melalui perluasan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi SMK menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Pendidikan vokasi hanya dapat berjalan secara optimal apabila ditopang oleh sarana dan prasarana yang memadai, serta pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Secara nasional, sepanjang 2025 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk program revitalisasi dan pembangunan sekolah baru pada 16.171 satuan pendidikan, termasuk ribuan SMK yang tersebar di berbagai daerah. Hingga awal 2026, lebih dari 85 persen program tersebut telah rampung dan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
SyntekExifImageTitle
Memasuki tahun 2026, pemerintah menyiapkan kelanjutan revitalisasi terhadap sekitar 11.744 satuan pendidikan. Selain itu, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan penerima program revitalisasi.
Dengan target tersebut, pada 2026 sedikitnya 71.000 satuan pendidikan, dengan porsi signifikan pada SMK, akan memperoleh dukungan revitalisasi dari pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan vokasi di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari transformasi digital, sepanjang 2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah mendistribusikan 288.865 Papan Interaktif Digital (PID) ke satuan pendidikan di berbagai daerah untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui penguatan sarana prasarana serta digitalisasi pembelajaran yang berkelanjutan, pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan SMK sebagai motor penggerak pendidikan vokasi nasional, sekaligus fondasi penting dalam percepatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Exit mobile version