PASURUAN | Sentrapos.co.id — Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pelabuhan Kota Pasuruan, Senin (6/4/2026) pagi, berlangsung tegang dan diwarnai perlawanan dari sejumlah pedagang.
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pasuruan mendapat makian hingga ancaman kekerasan saat menertibkan lapak liar di sisi utara kawasan pelabuhan.
Sekretaris Satpol PP Kota Pasuruan, Iman Hidayat, mengungkapkan bahwa situasi sempat memanas akibat penolakan dari pedagang yang enggan ditertibkan.
“Ada perlawanan di pelabuhan sebelah utara. Ya biasa, dimaki, bahkan ada pengancaman pakai linggis,” tegas Iman, Senin (6/4/2026).
Situasi Memanas, Petugas Tetap Persuasif
Sejumlah pedagang meluapkan emosi dengan kata-kata kasar saat petugas mulai melakukan penertiban. Bahkan, dalam kondisi memanas, muncul ancaman penggunaan alat berbahaya seperti linggis kepada petugas.
Meski demikian, aparat tetap menjalankan tugas secara profesional dan mengedepankan pendekatan persuasif untuk menghindari bentrokan fisik.
“Sudah kita ingatkan berkali-kali, tapi tidak diindahkan. Saat ditertibkan, justru ada yang melawan dan mengancam petugas,” ujarnya.
Barang PKL Diamankan
Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik pedagang yang digunakan untuk berjualan di lokasi terlarang.
Barang-barang yang disita antara lain terpal, kayu, hingga bangku yang menutup akses area pelabuhan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya penegakan ketertiban umum serta menjaga fungsi ruang publik agar tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
Penertiban Akan Terus Berlanjut
Satpol PP menegaskan bahwa penertiban PKL akan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di kawasan strategis yang rawan pelanggaran aturan.
Pemerintah Kota Pasuruan juga mengimbau para pedagang untuk mematuhi regulasi yang berlaku dan menempati lokasi yang telah disediakan secara resmi.
“Penertiban ini demi ketertiban dan keamanan bersama. Kami harap semua pihak bisa memahami dan mematuhi aturan,” pungkasnya. (*)
Poin Utama Berita
- Penertiban PKL di pelabuhan Pasuruan diwarnai perlawanan pedagang
- Satpol PP mendapat makian hingga ancaman menggunakan linggis
- Petugas tetap bertindak tegas dengan pendekatan persuasif
- Sejumlah barang lapak PKL diamankan dalam operasi
- Penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban dan fungsi ruang publik
- Pemkot Pasuruan tegaskan penertiban akan terus berlanjut

















