Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
GAYA HIDUP & KOMUNITAS

Riset Global 2026: Media Sosial Berlebihan Picu Turunnya Kebahagiaan Anak Muda, Ini Fakta Mengejutkannya

36
×

Riset Global 2026: Media Sosial Berlebihan Picu Turunnya Kebahagiaan Anak Muda, Ini Fakta Mengejutkannya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Penggunaan media sosial secara berlebihan terbukti berdampak serius terhadap tingkat kebahagiaan, khususnya di kalangan generasi muda. Temuan ini terungkap dalam laporan global World Happiness Report 2026 yang dirilis pada Kamis (19/3/2026).

Laporan yang disusun oleh pusat riset kesejahteraan Universitas Oxford bekerja sama dengan Gallup dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menunjukkan adanya penurunan signifikan kepuasan hidup pada kelompok usia di bawah 25 tahun dalam satu dekade terakhir.

Penurunan ini paling terasa di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

“Penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama lebih dari tujuh jam per hari, berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah,” demikian isi laporan tersebut.

Dampak Besar pada Generasi Muda

Penelitian yang melibatkan sekitar 100.000 responden di 140 negara ini menyoroti bahwa konsumsi media sosial secara intens—terutama platform berbasis algoritma yang menonjolkan konten visual dan influencer—berkontribusi terhadap menurunnya kesejahteraan psikologis.

Remaja perempuan di negara Barat dan Eropa disebut menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Fenomena menarik lainnya, banyak mahasiswa di Amerika Serikat justru mengaku berharap media sosial tidak ada, meskipun mereka tetap menggunakannya karena tekanan sosial.

“Mereka menggunakannya karena orang lain juga menggunakannya, tetapi sebenarnya mereka lebih memilih jika tidak ada yang menggunakan,” tulis laporan tersebut.

Penggunaan Bijak Justru Tingkatkan Kebahagiaan

Meski demikian, laporan ini tidak sepenuhnya menyudutkan media sosial. Penggunaan dalam durasi terbatas—kurang dari satu jam per hari—justru dikaitkan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan sama sekali.

Artinya, kunci utama bukan pada keberadaan media sosial, melainkan pada pola dan intensitas penggunaannya.

Daftar Negara Paling Bahagia 2026

Dalam laporan tersebut, Finlandia kembali menempati posisi pertama sebagai negara paling bahagia di dunia selama sembilan tahun berturut-turut.

Berikut 10 besar negara paling bahagia:

  1. Finlandia
  2. Islandia
  3. Denmark
  4. Kosta Rika
  5. Swedia
  6. Norwegia
  7. Belanda
  8. Israel
  9. Luksemburg
  10. Swiss

Sementara itu, negara dengan tingkat kebahagiaan terendah antara lain Afghanistan, Sierra Leone, dan Malawi.

Dominasi negara-negara Nordik dalam daftar ini dikaitkan dengan tingginya kesejahteraan ekonomi, kesetaraan sosial, sistem perlindungan yang kuat, serta kualitas hidup yang baik.

Pesan Penting di Era Digital

Temuan ini menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, keseimbangan penggunaan media sosial menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan, terutama bagi generasi muda.

“Teknologi tidak selalu menjadi masalah, tetapi cara kita menggunakannya yang menentukan dampaknya terhadap kehidupan,” menjadi pesan utama dari laporan tersebut. (*)