Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

RSUD dr Iskak Tulungagung Siapkan Tambahan 50 Mesin Hemodialisis, Antisipasi Lonjakan Pasien Ginjal

19
×

RSUD dr Iskak Tulungagung Siapkan Tambahan 50 Mesin Hemodialisis, Antisipasi Lonjakan Pasien Ginjal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.idRSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, merencanakan penambahan puluhan mesin hemodialisis guna meningkatkan kapasitas layanan bagi pasien penyakit ginjal yang terus mengalami peningkatan.

Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, Zuhrotul Aini, mengatakan kebutuhan layanan cuci darah di wilayah Tulungagung masih tergolong tinggi, sementara jumlah fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan hemodialisis masih terbatas.

Saat ini, hanya terdapat tiga rumah sakit di Kabupaten Tulungagung yang melayani hemodialisis, yakni RSUD dr. Iskak, RS Bhayangkara, dan Rumah Sakit Islam (RSI).

“Di RSUD dr. Iskak saat ini tersedia 35 unit mesin hemodialisis, sementara jumlah pasien yang kami layani bisa mencapai sekitar 100 orang per hari,” ujar dr. Zuhrotul Aini, Senin.

Ia menjelaskan, satu unit mesin hemodialisis membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk melayani satu pasien. Dengan keterbatasan jumlah mesin tersebut, antrean pasien yang membutuhkan layanan cuci darah tidak dapat dihindari.

Kondisi tersebut, lanjutnya, mendorong manajemen rumah sakit untuk menyusun rencana penambahan mesin hemodialisis secara bertahap guna memperluas kapasitas layanan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Kami berencana menambah sekitar 45 hingga 50 unit mesin hemodialisis agar pelayanan kepada pasien bisa lebih optimal dan antrean dapat dikurangi,” jelasnya.

Zuhrotul menambahkan, pengadaan mesin hemodialisis tidak hanya berkaitan dengan penambahan peralatan medis, tetapi juga memerlukan penyesuaian infrastruktur serta kesiapan sumber daya manusia yang memadai.

Penambahan unit mesin tersebut akan dibarengi dengan pembangunan ruang layanan baru dan penyiapan tenaga medis terlatih.

“Selain mesin, kami juga menyiapkan tenaga kesehatan. Saat ini sudah ada 17 perawat yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan khusus layanan hemodialisis,” katanya.

Ia menegaskan, layanan hemodialisis di RSUD dr. Iskak tidak hanya melayani pasien dari Kabupaten Tulungagung, tetapi juga menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien dari daerah sekitar. Oleh karena itu, penguatan fasilitas dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien.

Manajemen RSUD dr. Iskak berharap penambahan fasilitas ini dapat segera direalisasikan sehingga pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien penyakit ginjal kronis, dapat berjalan lebih cepat, aman, dan manusiawi.*