JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kota Arad di pesisir Laut Mati, Israel, porak-poranda akibat serangan rudal Iran yang terjadi pada akhir pekan. Serangan tersebut dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghancurkan puluhan bangunan.
Serangan ini menandai eskalasi serius konflik di Timur Tengah, dengan dampak langsung terhadap warga sipil dan infrastruktur perkotaan.
Rudal Iran Tembus Pertahanan Israel
Serangan terjadi beberapa jam setelah rudal Iran juga menghantam Dimona, wilayah yang dikenal memiliki fasilitas riset nuklir strategis milik Israel.
Rudal-rudal tersebut dilaporkan berhasil melewati sistem pertahanan udara dan menghantam area permukiman padat.
Akibatnya, sedikitnya 20 gedung apartemen di Arad hancur, sementara 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Seorang saksi mata, Ido Franky (17), menggambarkan situasi mencekam saat serangan berlangsung.
“Ada suara ‘boom, boom!’, ini sangat mengerikan. Kota ini belum pernah mengalami hal seperti ini,” ujarnya.
Kerusakan Parah dan Kawah Besar
Dampak kehancuran baru terlihat jelas keesokan harinya. Puing-puing bangunan berserakan di jalan, jendela pecah, dan beberapa apartemen mengalami kebakaran di bagian atap.
Sebuah kawah besar dengan diameter sekitar 5 meter terlihat di lokasi terdampak, menunjukkan kekuatan ledakan rudal.
Petugas darurat langsung melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan.
“Kami melakukan operasi selama berjam-jam untuk memastikan seluruh area aman sebelum proses pembersihan,” ujar juru bicara kepolisian setempat.
Dimona Ikut Diserang, Dekat Fasilitas Nuklir
Selain Arad, serangan juga menyasar wilayah sekitar Dimona, sekitar 25 kilometer dari lokasi utama. Rudal dilaporkan jatuh hanya beberapa kilometer dari fasilitas riset nuklir Israel.
Meski Israel tidak pernah secara resmi mengakui kepemilikan senjata nuklir, Dimona dikenal sebagai pusat pengembangan teknologi strategis negara tersebut.
Serangan di wilayah ini menyebabkan sekitar 30 orang terluka dan kerusakan signifikan pada bangunan sekitar.
Netanyahu: “Malam yang Sangat Sulit”
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut serangan tersebut sebagai salah satu malam paling berat bagi negaranya.
Ia menegaskan bahwa Israel akan terus melakukan respons terhadap serangan yang diterima.
“Kami bertekad untuk terus menyerang musuh di semua lini,” tegas Netanyahu.
Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
Serangan ini semakin mempertegas meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel.
Analis menilai, kegagalan sistem pertahanan udara dalam mencegat rudal menjadi perhatian serius bagi keamanan nasional Israel.
Selain itu, konflik ini juga berpotensi meluas dan memicu instabilitas global, termasuk pada sektor energi dan geopolitik internasional. (*)




















