JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kemampuan militer Iran kembali menjadi sorotan dunia setelah rudal balistik Khorramshahr-4 diduga digunakan dalam serangan ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.
Serangan yang terjadi pada 21 Maret 2026 tersebut dilaporkan tidak menimbulkan kerusakan fisik. Namun, dampak strategisnya sangat besar karena rudal tersebut disebut mampu menjangkau hingga 4.000 kilometer, melampaui klaim resmi Iran sebelumnya yang berkisar 2.000 km.
Kemampuan Rudal Iran Melampaui Perkiraan
Laporan analis internasional menyebut serangan ini menjadi sinyal bahwa teknologi rudal Iran telah berkembang jauh di luar estimasi sebelumnya.
Dengan jarak sekitar 2.500 mil atau hampir 4.000 km dari Iran ke Diego Garcia, serangan ini menunjukkan kemampuan baru dalam menjangkau target jarak jauh.
“Kemampuan ini tidak pernah diperkirakan sebelumnya,” ungkap analis keamanan internasional.
Sejumlah pakar menduga Iran menggunakan versi modifikasi dari rudal Khorramshahr-4, dengan mengurangi bobot hulu ledak untuk memperluas jangkauan.
Teknologi Roket Sipil Diduga Dimanfaatkan
Selain itu, analis juga menilai Iran kemungkinan memanfaatkan teknologi roket peluncur satelit seperti Zoljanah untuk mendukung kemampuan jarak jauh tersebut.
Jika benar, pendekatan ini memungkinkan rudal mencapai jangkauan 4.000 hingga 5.000 km, yang secara teoritis dapat menjangkau wilayah Eropa.
Dengan jangkauan tersebut, kota-kota besar seperti London dan Paris berpotensi masuk dalam radius serangan.
Spesifikasi Khorramshahr-4
Rudal balistik Khorramshahr-4 merupakan salah satu senjata paling canggih milik Iran yang diperkenalkan pada Mei 2023.
Berikut spesifikasi utamanya:
- Jenis: MRBM/IRBM (jarak menengah)
- Panjang: ±13 meter
- Berat: 19–20 ton
- Propulsi: Bahan bakar cair hypergolic (siap luncur cepat)
- Kecepatan: Hingga Mach 16 (hipersonik di fase akhir)
- Jangkauan resmi: 2.000 km
- Jangkauan potensial: 3.000–4.000+ km
- Payload: 750–1.800 kg (bisa submunisi/cluster)
- Akurasi: 500–1.500 meter (estimasi)
Rudal ini juga dilengkapi teknologi maneuverable reentry vehicle (MaRV) yang memungkinkan perubahan arah di atmosfer, sehingga sulit dicegat sistem pertahanan seperti Patriot atau SM-3.
Ancaman Serius bagi Sistem Pertahanan Global
Selain jangkauan jauh, Khorramshahr-4 memiliki keunggulan lain, yakni peluncuran dari kendaraan mobile (TEL) yang membuatnya sulit dideteksi sebelum diluncurkan.
Kombinasi kecepatan tinggi, fleksibilitas peluncuran, dan kemampuan manuver menjadikan rudal ini sebagai ancaman serius bagi sistem pertahanan modern.
Serangan ke Diego Garcia mungkin tidak menimbulkan kerusakan, namun menjadi sinyal kuat peningkatan kemampuan militer Iran.
Dampak Strategis dan Kekhawatiran Global
Aksi ini dinilai sebagai pesan strategis Iran kepada dunia bahwa mereka memiliki kemampuan serangan jarak jauh yang sebelumnya belum terungkap.
Ketegangan geopolitik pun meningkat, terutama bagi negara-negara Barat yang kini harus mempertimbangkan ulang sistem pertahanan mereka.
Dengan potensi jangkauan hingga Eropa, Khorramshahr-4 kini menjadi salah satu ancaman militer paling diperhitungkan dalam peta keamanan global. (*)




















