SITUBONDO | Sentrapos.co.id – Pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) di kawasan Pantai Banongan, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus dikebut. Dengan panjang landasan pacu (runway) mencapai 2.500 meter, bandara ini nantinya ditargetkan mampu didarati pesawat komersial berbadan besar seperti Airbus dan Boeing.
Proyek yang digarap oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia tersebut melibatkan sekitar 250 pekerja dari masyarakat lokal sejak pembangunan runway dimulai pada Desember 2025.
Pelaksana proyek dari PT Naurah Dinamika Nusantara, Ade Advertino, menyatakan keterlibatan tenaga kerja lokal merupakan bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Tidak hanya memberdayakan pekerja lokal, kami juga memberi kesempatan penyedia material mayoritas dari lokal, seperti tanah uruk, agregat atau base course, batu belah, dan lainnya,” ujarnya, Sabtu.
Spesifikasi Material Ketat Demi Keselamatan
Ade menjelaskan, sejumlah material base course dari penyedia lokal sempat ditolak karena tidak memenuhi spesifikasi teknis, seperti bercampur lumpur dan ukuran agregat yang tidak sesuai standar konstruksi runway.
Menurutnya, kualitas material sangat krusial untuk menjaga struktur landasan agar tidak retak, bergelombang, atau amblas yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan saat landing maupun take off.
“Jika tidak sesuai spesifikasi, bisa berisiko retak atau terjadi genangan air. Bahkan harus dibongkar dan dikerjakan ulang. Itu sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan,” tegasnya.
Ia memastikan proyek berjalan sesuai target waktu dan mempertanggungjawabkan pekerjaan kepada Kementerian Pertahanan serta masyarakat Situbondo.
Dalam waktu dekat, pihak pelaksana juga akan menambah 200–250 tenaga kerja guna mempercepat penyelesaian pembangunan.
Proyek Strategis Nasional Rp1,7 Triliun
Sebelumnya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa Bandara KASA tidak hanya berfungsi untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga dirancang multifungsi bagi masyarakat.
Bandara ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total anggaran sekitar Rp1,7 triliun dari pemerintah pusat.
Selain mendukung operasi pertahanan, Bandara KASA nantinya dapat dimanfaatkan untuk penerbangan kemanusiaan, kebencanaan, serta penerbangan sipil komersial.
“Pesawat berbadan besar seperti Airbus atau Boeing diharapkan nantinya bisa mendarat dan lepas landas di bandara ini,” ujar Bupati Rio.
Keberadaan bandara dengan runway 2.500 meter tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda Jawa Timur, memperkuat konektivitas, serta membuka peluang investasi dan pariwisata di Situbondo dan sekitarnya. (*)




















