JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kepastian hengkangnya Mohamed Salah dari Liverpool FC pada akhir musim 2026 langsung memicu perburuan sengit di bursa transfer.
Dua klub kaya dari Timur Tengah, yakni Al Ittihad dan Al Qadsiah, dikabarkan siap bersaing ketat untuk mendapatkan tanda tangan sang bintang.
Kontrak Diputus Lebih Cepat
Meski masih memiliki kontrak hingga 2027, Salah dan Liverpool sepakat mengakhiri kerja sama lebih cepat pada musim panas 2026.
Keputusan ini membuka peluang bagi klub-klub lain untuk merekrut pemain berusia 33 tahun tersebut secara gratis.
Tawaran Gaji Fantastis
Menurut laporan, Al Ittihad dan Al Qadsiah telah menyiapkan proposal luar biasa untuk memboyong Salah.
Kedua klub tersebut dikabarkan siap menawarkan kontrak dua tahun dengan bayaran mencapai 100 juta euro per musim atau setara Rp1,9 triliun.
Angka tersebut menjadikan Salah berpotensi menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di dunia.
“Klub-klub Arab Saudi kembali mencoba mendatangkan Salah dengan tawaran yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.”
Al Ittihad Terdepan
Dari dua peminat, Al Ittihad disebut berada di posisi terdepan. Klub tersebut memang sudah lama mengincar Salah sejak dua musim terakhir.
Bahkan sebelumnya, Al Ittihad sempat menawarkan gaji mencapai 1,2 juta pounds per pekan, namun ditolak oleh Salah yang masih ingin bertahan di Anfield saat itu.
Kini, peluang mereka semakin terbuka lebar seiring keputusan Salah untuk hengkang.
Kebutuhan Mesin Gol Baru
Kebutuhan Al Ittihad terhadap striker tajam semakin mendesak setelah kepergian Karim Benzema ke Al Hilal.
Salah dinilai sebagai sosok ideal untuk mengisi kekosongan tersebut sekaligus meningkatkan daya saing klub di kompetisi domestik dan Asia.
Masa Depan Masih Teka-Teki
Meski tawaran menggiurkan terus berdatangan, masa depan Salah masih belum dipastikan.
Selain Arab Saudi, beberapa klub dari Amerika Serikat juga dikabarkan tertarik memboyong eks pemain AS Roma tersebut.
Edukasi: Fenomena “Mega Transfer” di Sepak Bola Modern
Fenomena tawaran fantastis dari klub-klub Timur Tengah menunjukkan perubahan besar dalam peta kekuatan sepak bola dunia.
Investasi besar tidak hanya menarik pemain bintang, tetapi juga meningkatkan popularitas liga secara global.
Bagi pemain, keputusan pindah bukan hanya soal finansial, tetapi juga karier, kompetisi, dan warisan yang ingin ditinggalkan. (*)




















