ACEH TAMIANG | Sentrapos.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama warga penyintas banjir di Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Kehadiran Presiden menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
Presiden tiba sekitar pukul 07.20 WIB di Masjid Darussalam Aceh Tamiang yang berada di kompleks hunian sementara (huntara) di Desa Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu disambut hangat oleh warga serta jajaran pejabat daerah yang telah menanti sejak pagi.
“Kehadiran Presiden di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa negara hadir untuk rakyat, terutama saat menghadapi situasi sulit,” demikian pesan yang menguat dalam momen tersebut.
Presiden Prabowo langsung bergabung dengan ribuan warga untuk melaksanakan Salat Id, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh harapan bagi para penyintas banjir.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk empati sekaligus komitmen pemerintah dalam mendampingi masyarakat yang terdampak bencana, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga kehadiran langsung di lapangan.
Kehadiran Presiden Perkuat Solidaritas
Pemilihan Aceh Tamiang sebagai lokasi Salat Idulfitri tahun ini memiliki makna strategis dan simbolis. Wilayah tersebut sebelumnya dilanda banjir yang berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.
Dengan hadir langsung di tengah warga, Presiden ingin memastikan bahwa proses pemulihan berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
“Momentum Idulfitri ini menjadi penguat semangat persatuan dan solidaritas antar sesama anak bangsa,” menjadi pesan utama dari kunjungan tersebut.
Didampingi Sejumlah Menteri Kabinet
Dalam kunjungan tersebut, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Menteri Luar Negeri Sugiono.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani kondisi pascabencana serta mempercepat pemulihan di daerah terdampak.
Selain itu, Presiden juga disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, serta tokoh masyarakat setempat.
Makna Idulfitri: Harapan dan Kebangkitan
Pelaksanaan Salat Idulfitri di tengah hunian sementara memberikan makna mendalam bagi para penyintas. Tidak hanya sebagai ritual ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan, harapan, dan kekuatan bersama untuk bangkit dari bencana.
“Kehadiran pemimpin di tengah rakyat menjadi energi baru bagi masyarakat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan,” tercermin dari antusiasme warga.
Momen ini sekaligus menegaskan bahwa Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial.
Dengan kehadiran Presiden, diharapkan semangat masyarakat Aceh Tamiang semakin kuat dalam menghadapi masa pemulihan, sekaligus mempererat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan. (*)




















