Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

SBY Soroti Pasukan TNI di Lebanon Masuk Zona Perang, Desak PBB Ambil Sikap Tegas

10
×

SBY Soroti Pasukan TNI di Lebanon Masuk Zona Perang, Desak PBB Ambil Sikap Tegas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyoroti kondisi pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Ia mengungkapkan bahwa saat ini prajurit Indonesia tidak lagi berada di wilayah aman, melainkan telah masuk ke zona perang aktif.

Dalam pernyataannya, SBY menyebut bahwa kontingen Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL seharusnya bertugas di wilayah “blue line”, yakni zona pemisah antara Israel dan Lebanon.

Namun, situasi di lapangan menunjukkan hal berbeda.

“Saat ini pasukan kita sudah berada di ‘war zone’, di mana pertempuran antara Israel dan Hizbullah terus berlangsung,” tegas SBY, Minggu (5/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pasukan penjaga perdamaian (peacekeeper), yang pada dasarnya tidak dipersenjatai untuk menghadapi konflik bersenjata intensitas tinggi.

SBY menegaskan bahwa mandat peacekeeper berada di bawah Chapter 6 Piagam PBB, yang berfokus pada penjagaan perdamaian, bukan penegakan perang.

“Mereka bukan untuk peacemaking. Mereka tidak dipersenjatai kuat dan tidak diberi mandat tempur,” ujarnya.

Atas dasar itu, SBY mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah tegas, baik dengan menghentikan penugasan atau memindahkan pasukan dari wilayah konflik aktif.

“Dewan Keamanan PBB harus segera bersidang dan mengeluarkan resolusi yang jelas dan tegas,” lanjutnya.

Selain itu, SBY juga menyampaikan pesan moral kepada prajurit TNI agar tetap waspada dan menjaga keselamatan selama menjalankan tugas negara.

“Jaga diri baik-baik. Keluarga menunggu kepulangan kalian di Tanah Air,” pesannya.

SBY juga menyoroti pentingnya investigasi atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Ia menilai PBB harus bertanggung jawab dan memberikan penjelasan yang transparan.

“Indonesia berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Investigasi harus dilakukan secara serius dan jujur,” tegasnya.

Sebagai mantan perwira tinggi TNI yang pernah bertugas dalam misi PBB di Bosnia, SBY memahami kompleksitas situasi di lapangan. Meski demikian, ia menilai investigasi tetap dapat dilakukan untuk menjaga akuntabilitas.

Pernyataan SBY ini sekaligus mempertegas urgensi perlindungan maksimal bagi pasukan perdamaian Indonesia di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. (*)


Poin Utama Berita

  • SBY sebut pasukan TNI di Lebanon kini berada di zona perang
  • Kontingen Garuda seharusnya bertugas di “blue line”
  • Konflik Israel–Hizbullah membuat situasi semakin berbahaya
  • Peacekeeper tidak memiliki mandat tempur (Chapter 6 PBB)
  • SBY desak PBB segera ambil keputusan tegas
  • Seruan agar pasukan dipindahkan dari wilayah konflik aktif
  • SBY minta investigasi atas gugurnya prajurit TNI
  • Pesan moral: prajurit diminta menjaga keselamatan