Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
OPINI & ROOM REDAKSI

Sejarah Hari Pers Nasional 9 Februari: Tonggak Perjuangan Pers Indonesia

29
×

Sejarah Hari Pers Nasional 9 Februari: Tonggak Perjuangan Pers Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Setiap 9 Februari, insan pers di seluruh Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus pengingat pentingnya kemerdekaan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik.

Lalu, bagaimana sejarah lahirnya Hari Pers Nasional dan apa maknanya bagi demokrasi Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.

Sejarah Hari Pers Nasional

Dalam masa pergerakan melawan penjajahan, wartawan Indonesia memegang dua peran penting sekaligus, yakni sebagai aktivis pers dan aktivis politik. Melalui media, para wartawan membangkitkan kesadaran nasional, sementara secara langsung mereka juga terlibat dalam gerakan perlawanan rakyat.

Peran tersebut terus berlanjut hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Seiring menguatnya semangat pers nasional, lahirlah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946, sebagai wadah pemersatu wartawan Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa melalui kerja jurnalistik.

Gagasan penetapan Hari Pers Nasional pertama kali muncul dalam Kongres PWI ke-28 di Padang, Sumatera Barat, tahun 1978. Usulan tersebut kemudian dibahas kembali dalam Sidang Dewan Pers ke-21 di Bandung pada 19 Februari 1981, sebelum diajukan secara resmi kepada pemerintah.

Proses panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditetapkannya Hari Pers Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985. Dalam Keppres itu ditegaskan bahwa 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional, bertepatan dengan hari lahir PWI.

Sejak saat itu, peringatan HPN digelar setiap tahun secara bergilir di berbagai ibu kota provinsi dengan tema yang berbeda-beda, bertujuan mengembangkan kehidupan pers nasional yang bebas, profesional, dan bertanggung jawab berdasarkan Pancasila.

Makna Hari Pers Nasional

Hari Pers Nasional tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi bagi insan pers dan masyarakat tentang pentingnya kemerdekaan pers dalam menopang demokrasi.

Peringatan ini juga mengingatkan kembali perjuangan wartawan dalam menegakkan kebenaran, keadilan, serta kebebasan berekspresi. Kebebasan pers bukan hanya hak untuk menyampaikan informasi, tetapi juga tanggung jawab moral dan profesional untuk menyajikan berita yang akurat, objektif, dan bebas dari kepentingan sempit.

Tema HPN 2026

Pada tahun 2026, Provinsi Banten didapuk sebagai tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional yang digelar pada 6–9 Februari 2026. Puncak acara direncanakan akan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

HPN 2026 mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, yang menegaskan pentingnya ekosistem pers yang profesional, independen, dan berdaya saing sebagai pilar penguatan ekonomi nasional dan ketahanan bangsa. *