Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SOSIAL POLITIK

Sekdaprov Adhy Karyono: Toleransi Kunci Perdamaian dan Stabilitas Jawa Timur

29
×

Sekdaprov Adhy Karyono: Toleransi Kunci Perdamaian dan Stabilitas Jawa Timur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | SentraPos.co.id – Menjaga toleransi dan harmoni menjadi kunci terciptanya perdamaian serta kesejahteraan di Jawa Timur, khususnya dalam kehidupan umat beragama. Nilai tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial, ekonomi, politik, dan keamanan di tengah keberagaman masyarakat.

Hal itu disampaikan Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, saat menghadiri Perayaan Natal Tahun 2025 dan Ucapan Syukur Tahun Baru 2026 yang diselenggarakan oleh Persekutuan Oikumene Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, di Gedung BK3S Surabaya, Jumat malam (23/1/2026).

Dalam sambutannya, Adhy juga menyampaikan salam hangat sekaligus permohonan maaf dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang tidak dapat hadir karena sedang meninjau langsung korban banjir di Situbondo.

Menurut Adhy, perayaan Natal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum spiritual yang kuat untuk memperkokoh nilai kasih, damai, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat.

“Natal adalah pondasi hati untuk merangkai karya hidup dengan penuh kedamaian dan sukacita. Nilai ini sangat relevan untuk menjaga harmoni di Jawa Timur,” ujarnya.

Adhy menegaskan, Jawa Timur sebagai provinsi besar dengan 38 kabupaten/kota merupakan rumah bagi beragam perbedaan, mulai dari etnis, budaya, agama, komunitas, hingga kondisi geografis. Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan.

“Meski dikenal masyarakatnya keras, faktanya Jawa Timur hidup dalam suasana damai dan kondusif. Perbedaan bukan ancaman, melainkan penguat untuk satu tujuan, yakni kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Adhy juga mengapresiasi aparatur sipil negara (ASN) Kristiani di lingkungan Pemprov Jawa Timur yang dinilai konsisten menjaga kondusivitas serta mendukung penuh visi dan misi pemerintah daerah.

“Kami tidak pernah mendengar ASN Kristiani melakukan hal yang bertentangan dengan tugas pemerintahan. Justru mereka bekerja penuh empati dan harmoni, sehingga stabilitas tetap terjaga,” ungkapnya.

Sekdaprov mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai cinta kasih dan perdamaian Natal sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, guna mewujudkan Jawa Timur yang rukun, adil, makmur, dan sejahtera.

Ia juga menyoroti tingginya solidaritas masyarakat Jawa Timur dalam membantu korban bencana, termasuk keterlibatan tenaga kesehatan dan relawan Tagana, sebagai bukti nyata kepedulian sosial yang menjadi kebanggaan daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal 2025 Damayanti Tinduh menambahkan, rangkaian perayaan Natal tahun ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa kunjungan dan berbagi kasih ke panti asuhan Dinas Sosial di Sidoarjo.

“Natal adalah hari bersyukur dan bersuka cita, tetapi juga pengingat bahwa hidup kita harus memberi dampak. Sekecil apa pun kasih yang diberikan dengan tulus akan membawa damai sejahtera,” pungkasnya. (*)