SEMARANG | Sentrapos.co.id — Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen Jawa Tengah 2 di Semarang mulai beroperasi pada Juni 2026.
Sekolah ini dirancang sebagai solusi pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk kelompok yang selama ini belum tersentuh pembangunan atau dikenal sebagai The Invisible People.
Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat meninjau langsung progres pembangunan di Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang.
“Proses pembangunan sedang berjalan. Kami targetkan bulan Juni sudah operasional, sehingga Juli siswa bisa mulai belajar,” ujar Gus Ipul, Jumat (10/4/2026).
Program Nasional di Era Prabowo Subianto
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo yang kini berjalan di lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia.
Setiap sekolah ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa, dengan peningkatan kapasitas secara bertahap.
“Tahun ini sekitar 45 ribu siswa tertampung, tahun depan ditargetkan 100 ribu, dan 2028 bisa tembus 200 ribu lebih,” jelas Gus Ipul.
Fasilitas Lengkap Berbasis Boarding School
Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 dibangun di atas lahan seluas 65.000 meter persegi, dengan total bangunan mencapai 27.372 meter persegi.
Konsep yang diusung adalah sekolah berasrama (boarding school) dengan fasilitas lengkap, antara lain:
- Ruang kelas modern
- Laboratorium
- Perpustakaan
- Sarana pengembangan minat dan bakat
Kapasitas total sekolah mencapai 1.080 siswa, dengan rincian:
- SD: 540 siswa (18 rombel)
- SMP: 270 siswa (9 rombel)
- SMA: 270 siswa (9 rombel)
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, melibatkan:
- Kementerian Sosial (operasional)
- Kementerian Pekerjaan Umum (infrastruktur)
- Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Serap 60 Ribu Tenaga Kerja Nasional
Selain berdampak pada sektor pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat juga memberikan efek ekonomi signifikan melalui penyerapan tenaga kerja.
“Ada sekitar 100 titik pembangunan dengan lebih dari 60 ribu pekerja terlibat. Ini bentuk komitmen besar pemerintah terhadap pendidikan dan pemberdayaan,” tegas Gus Ipul.
Hingga pekan ke-18, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Semarang telah mencapai 30,307 persen, sedikit di bawah target rencana sebesar 31,34 persen. Meski demikian, pemerintah tetap optimistis proyek berjalan sesuai jadwal.
Program ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan serta menciptakan generasi unggul dari kalangan kurang mampu.
Poin Utama Berita
- Sekolah Rakyat Semarang ditargetkan beroperasi Juni 2026
- Program khusus untuk anak prasejahtera dan “Invisible People”
- Bagian dari program nasional Presiden Prabowo di 100 titik
- Kapasitas sekolah mencapai 1.080 siswa berbasis asrama
- Fasilitas lengkap: kelas, lab, perpustakaan, pengembangan bakat
- Proyek serap lebih dari 60 ribu tenaga kerja nasional

















