HORMUZ | Sentrapos.co.id — Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda pemulihan di tengah memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Sejumlah kapal kini kembali melintasi jalur strategis tersebut, meski masih dalam pembatasan ketat.
Perusahaan intelijen maritim, Windward, mencatat adanya tren peningkatan jumlah kapal yang melintas dalam beberapa hari terakhir.
Pada Rabu (1/4/2026), tercatat sebanyak 16 kapal berhasil melewati Selat Hormuz. Angka ini menjadi kenaikan selama tiga hari berturut-turut sejak pembatasan diberlakukan akibat konflik.
“Hal ini menunjukkan semakin banyak negara yang bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan akses, serta mengindikasikan jumlah transit berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan,” tulis laporan Windward.
Seluruh kapal tersebut diketahui melintasi jalur alternatif melalui Pulau Larak, yang kini menjadi rute utama di tengah kebijakan pembatasan Iran.
Kapal dari Berbagai Negara Mulai Menembus Blokade
Berdasarkan data pelacakan maritim Marine Traffic, kapal dari sejumlah negara seperti Prancis, Jepang, dan Oman telah berhasil melintas pada Kamis (2/4/2026).
Salah satunya adalah kapal Kribi berbendera Malta milik perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM yang keluar dari Teluk Persia melalui jalur yang disetujui Iran.
Selain itu:
- Tiga kapal tanker milik Oman dan Jepang melintasi jalur selatan
- Kapal Sohar LNG milik perusahaan Jepang Mitsui O.S.K menjadi kapal Jepang pertama yang keluar sejak perang dimulai
- Kapal New Vision berbendera Hong Kong juga dijadwalkan tiba di Le Havre, Prancis
Meski demikian, volume lalu lintas masih jauh di bawah kondisi normal.
Sejak 1 Maret, hanya tercatat 221 kapal komoditas yang melintas. Padahal sebelum konflik, Selat Hormuz mampu dilalui sekitar 120 kapal setiap harinya.
Iran Terapkan “Blokade Selektif”
Di tengah ketegangan geopolitik, Iran diketahui menerapkan kebijakan blokade selektif, yakni hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu untuk melintas.
“Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit,” tulis laporan Windward.
Kebijakan ini menjadi strategi Iran untuk tetap mengontrol jalur vital dunia tanpa sepenuhnya menutup akses perdagangan global.
Indonesia Termasuk Negara yang Diizinkan
Sejumlah negara telah mendapatkan izin melintasi Selat Hormuz, baik yang sudah berhasil melintas maupun yang masih dalam tahap persetujuan.
Negara tersebut antara lain:
- Pakistan
- India
- Prancis
- Jepang
- Oman
- Turki
- China
- Spanyol
- Rusia
- Irak
- Bangladesh
- Malaysia
- Indonesia
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl, memastikan adanya respons positif dari Iran terhadap kapal Indonesia.
“Terdapat pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” ujarnya.
Namun demikian, Iran tetap melarang kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan negara yang dianggap sebagai musuh untuk melintas di jalur tersebut.
Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur strategis global yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan di kawasan ini berdampak langsung terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi global.
Kembalinya aktivitas kapal meski terbatas menjadi sinyal penting bagi pasar internasional di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah. (*)
Poin Utama Berita
- Selat Hormuz mulai kembali dilintasi kapal di tengah konflik Iran-AS-Israel
- Iran membuka akses terbatas melalui kebijakan “blokade selektif”
- Kapal dari 13 negara, termasuk Indonesia, diizinkan melintas
- Volume kapal masih jauh di bawah kondisi normal sebelum perang
- Jalur alternatif melalui Pulau Larak menjadi rute utama
- Selat Hormuz tetap krusial bagi distribusi energi global

















