Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Serangan AS–Israel Rusak Situs Warisan Dunia di Iran, UNESCO Soroti Ancaman terhadap Istana Golestan dan Masjid Jame

59
×

Serangan AS–Israel Rusak Situs Warisan Dunia di Iran, UNESCO Soroti Ancaman terhadap Istana Golestan dan Masjid Jame

Sebarkan artikel ini
(260305) -- TEHRAN, March 5, 2026 (Xinhua) -- This photo taken on March 3, 2026 shows a view of the damaged Golestan Palace in Tehran, Iran. The Golestan Palace, a UNESCO World Heritage Site, was partially damaged in air raids during U.S. and Israeli strikes on Iran. (Xinhua)
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Eskalasi serangan udara yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran memicu kekhawatiran global, tidak hanya terkait krisis keamanan tetapi juga ancaman terhadap situs-situs bersejarah dan warisan budaya dunia.

Sejumlah laporan menyebutkan sedikitnya empat situs budaya penting Iran, termasuk istana bersejarah dan masjid kuno yang berada dalam perlindungan UNESCO, mengalami kerusakan akibat dampak konflik bersenjata tersebut.

Berdasarkan data yang diverifikasi UNESCO dan dilaporkan oleh berbagai media internasional, kerusakan terjadi di beberapa wilayah utama di Iran, terutama di kota Tehran dan Isfahan.

Istana Golestan Alami Kerusakan Interior

Salah satu situs yang terdampak adalah Golestan Palace, istana megah peninggalan era Dinasti Qajar yang dikenal dengan arsitektur mosaik cermin yang khas.

Rekaman video yang beredar menunjukkan sejumlah bagian interior istana mengalami kerusakan, termasuk pecahan kaca dari langit-langit cermin, jendela yang hancur, serta runtuhnya beberapa lengkungan bangunan.

Istana Golestan sendiri merupakan salah satu simbol penting sejarah kerajaan Iran yang telah diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Masjid Jame Isfahan Ikut Terdampak

Situs bersejarah lain yang dilaporkan terdampak adalah Jameh Mosque of Isfahan, salah satu masjid tertua di Iran yang dibangun sejak tahun 841 Masehi.

Masjid ini dikenal sebagai prototipe arsitektur Islam di Asia Tengah, yang merekam evolusi gaya bangunan selama lebih dari 12 abad, mulai dari era Abbasiyah, Seljuk, hingga Safawi.

Kerusakan pada bangunan tersebut menimbulkan kekhawatiran besar karena kompleks masjid ini dianggap sebagai salah satu mahakarya arsitektur Islam dunia.

Istana Chehel Sotoun dan Lembah Khorramabad

Selain dua situs tersebut, laporan juga menyebut dampak kerusakan pada Chehel Sotoun, istana abad ke-17 yang menjadi bagian penting dari sejarah Dinasti Safawi.

Kerusakan juga terdeteksi pada bangunan di sekitar Khorramabad Valley, kawasan arkeologis yang menyimpan lima gua prasejarah dengan bukti pemukiman manusia sejak sekitar 63.000 tahun sebelum Masehi.

Temuan arkeologis di kawasan ini mengungkap budaya Mousterian dan Baradostian, termasuk artefak batu dan benda dekoratif yang memberikan wawasan penting tentang evolusi awal manusia dan migrasi dari Afrika menuju Eurasia.

Para arkeolog menilai wilayah tersebut masih menyimpan potensi besar untuk penemuan ilmiah di masa depan karena banyak bagian kawasan yang belum dieksplorasi secara menyeluruh.

UNESCO Serukan Perlindungan Situs Warisan

Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Iran bersama Lebanon telah meminta UNESCO untuk meningkatkan status perlindungan sejumlah situs budaya mereka ke dalam daftar prioritas perlindungan internasional.

UNESCO menyatakan bahwa pihaknya sebelumnya telah membagikan koordinat geografis situs-situs warisan budaya tersebut kepada semua pihak yang terlibat konflik.

“Langkah ini dilakukan agar semua tindakan pencegahan yang layak dapat diambil untuk menghindari kerusakan,” demikian pernyataan resmi UNESCO.

Organisasi internasional tersebut menegaskan bahwa warisan budaya dunia harus dilindungi dari dampak konflik bersenjata, karena situs-situs tersebut tidak hanya menjadi bagian dari identitas suatu bangsa, tetapi juga warisan bersama umat manusia.

Kerusakan yang terjadi kini menambah kekhawatiran global bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengancam keberadaan peninggalan sejarah yang tak tergantikan. (*)

Example 300250