TEL AVIV | Sentrapos.co.id — Serangan balasan Iran ke Israel memicu kepanikan besar setelah bom klaster menghantam sejumlah wilayah padat, termasuk kawasan dekat Tel Aviv. Serangan yang berlangsung cepat itu dilaporkan membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri.
Serangan dilancarkan pada Rabu (18/3/2026) dini hari oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai respons atas tewasnya pejabat tinggi Iran, Ali Larijani.
Laporan dari jurnalis Al Jazeera di Ramallah, Nida Ibrahim, menyebut serangan ini menjadi salah satu yang paling intens dan berdampak luas yang pernah dialami Israel.
“Serangan terjadi begitu cepat hingga sistem peringatan dini diduga tidak memberikan cukup waktu bagi warga untuk berlindung,” lapor Nida Ibrahim.
Dua warga sipil dilaporkan tewas di wilayah Ramat Gan, dekat Tel Aviv. Salah satunya merupakan pasangan lansia yang tidak sempat mencapai ruang aman di rumah mereka.
Serangan ini menggunakan rudal dengan hulu ledak ganda (multi-warhead) yang mampu menghindari sistem pertahanan udara, sehingga meningkatkan dampak kerusakan di darat.
Selain korban jiwa, banyak warga mengalami luka-luka akibat serpihan bom yang menyebar luas. Sejumlah infrastruktur vital juga dilaporkan rusak, termasuk fasilitas publik seperti stasiun kereta di Tel Aviv.
“Ini menjadi salah satu serangan paling sulit yang dihadapi Israel dalam beberapa waktu terakhir,” tambah laporan tersebut.
Eskalasi Konflik Meningkat
Pihak IRGC menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan balasan langsung atas kematian Ali Larijani dan sejumlah pejabat lainnya.
Tak berhenti di satu gelombang, Iran kembali meluncurkan serangan lanjutan pada Rabu pagi yang menyasar wilayah Israel bagian tengah.
“Serangan ini adalah respons tegas terhadap agresi sebelumnya,” pernyataan resmi IRGC.
Situasi ini mempertegas eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran global terhadap potensi konflik yang lebih luas.
Para pengamat menilai, penggunaan bom klaster dan rudal canggih menunjukkan peningkatan intensitas serta kompleksitas konflik antara kedua negara.
Ancaman Kemanusiaan dan Keamanan
Serangan ini kembali menyoroti kerentanan sistem perlindungan sipil di tengah konflik modern yang berlangsung cepat dan sulit diprediksi.
Minimnya waktu respons akibat kecepatan serangan memicu kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil, terutama di wilayah padat penduduk.
Perkembangan situasi ini terus dipantau dunia internasional, seiring meningkatnya kekhawatiran akan dampak kemanusiaan dan stabilitas regional.




















